Tumbuhan Paling Beracun di Dunia Ini Ada di Maluku

Maluku merupakan salah satu Provinsi di Indonesia Bagian Timur dengan penghasil rempah terbaik di Nusantara maupun dunia.

Maluku merupakan daerah Kepulauan yang memiliki luas luas wilayah laut lebih besar dari luas darat dan memiliki 1.340 Pulau dan kaya akan Budaya dan Tradisi.

Baca Juga : MA’ATENU Tradisi Uji Kekebalan Senjata Tajam di Desa Pelauw

Banyaknya Pulau Pulau di Maluku membuat daerah ini kaya kaan Sumber Daya Alam yang melimpah, salah satunya rempah-rempah (cengkeh dan pala) yang menjadi icon Maluku.

Tumbuhan Paling Beracun di Dunia

Di Maluku ada berbagai jenis tumbuhan yang hidup yang dijadikan masyarakat sebagai obat tradisional, selain sebagai pengobatan di Provinsi Maluku juga terdapat tanaman yang paling beracun di dunia.

Baca juga :  Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Gympie-gympie (Dendrocnide moroides) namanya cukup lucu namun jangan salah menilai tanaman ini , karena tanaman ini diakui paling beracun di Dunia yang ada di Maluku.

Gympie-gympie  merupakan tumbuhan liar yang tingginya bisa mencapai dua meter. Daunnya berwarna hijau berbentuk hati. Tanaman ini juga berbuah, warnanya ungu dan

Hampir semua bagian tumbuhan ini ditumbuhi bulu-bulu halus yang mirip jarum kecil yang digunakan untuk menyengat dan menyalurkan racun mematikan ke tubuh korbannya.

Baca juga :  Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026

Jika ada yang menyentuh tumbuhan beracun ini, maka bulu halus itu masuk ke kulit dan mengeluarkan racun, racun yang dihasilkan oleh bernama moroidin.

Efek yang dirasakan ketika tersengat racun tumbuhan ini, akan ada rasa seperti terbakar yang semakin lama semakin sakit. Setelah itu, akan muncul rasa sakit di persendian.

Rasa sakit yang disebabkan oleh gympie-gympie bisa bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, untuk itu bagi yang suka pergi ke hutan agar lebih berhati-hati agar tidak menyentuh tanaman liar yang paling beracun di dunia tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *