Peserta Latsar CPNS di BPSDM Maluku Diberi Makan Kangkung Siang & Malam
Ambon, Salawaku-Sejumlah peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku mengeluhkan jatah makan dan minum yang dinilai tidak memadai selama mengikuti pelatihan.
Keluhan tersebut menjadi sorotan karena menyangkut pemenuhan hak peserta selama menjalani Latsar.
Hal ini ternyata sudah berlangsung lama. Berdasarkan video viral dalam akun tik tok yang disiarkan peserta tampak menu sayur kangkung diberikan kepada peserta siang dan malam.
Menu sayur kangkung tumis, pada siang hari sama juga dengan menu kangkung tumis pada malam hari.
Tak hanya itu menu kue untuk sarapan dikeluhkan.
Pihak CV. Valliant Dwi Perkasa yang menangani katering kepada peserta justru memberikan menu makanan tidak sesuai dengan kontrak bahkan menu makanan seharusnya dilengkapi pencuci mulut namun kenyataan tidak pernah ada.
Shanti Candy Aldona yang merupakan pihak pengelola dengan menggunakan bendera CV. Valliant Dwi Perkasa membantah.
Iapun malah mengirimkan daftar menu namun kenyataan hingga saat ini tidak sesuai.
“Ini jadwal saya kamu liat baik-baik ya ade apakah ada siang kangkung malam kangkung . Sudah ade saya tahu koq siapa di blakang kamu..tenang aja,” Cetusnya melalui pesan WA sambil mengirim daftar menu.
Dirinya mengaku semua ini merupakan fitnah untuk dirinya.
“Ya karena semua isinya fitnah dan saya tu siapa orang yang memfitnah saya, sampe finah makanan yang di bilang kangkung siang malam juga kangkung otomatis ade pasti dapat info dari orang yang memfitnah saya. Ade sudah lihat kan jadwal saya tadi saya tidak pernah berikan sayur yg sama dalam sehari. Klu selisih 2 hari Ok tapi klu dalam sehari sayur yg sama ITU TIDAK PERNAH,” Bantahnya lagi.
Persoalan ini bahkan dikabarkan memicu ketegangan antara pihak penyedia jasa katering dengan pegawai BPSDM.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para peserta menilai kualitas maupun kuantitas konsumsi yang disediakan jauh dari standar yang seharusnya diterima selama pelatihan berlangsung. Keluhan itu kemudian disampaikan kepada pihak BPSDM untuk ditindaklanjuti.
Namun, alih-alih memberikan klarifikasi atas laporan tersebut, pengelola katering diduga bersikap intimidatif terhadap pegawai BPSDM yang mempertanyakan kualitas layanan konsumsi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak vendor bahkan disebut-sebut membawa-bawa nama Gubernur Maluku sebagai bentuk tekanan.


