Perkuat Disiplin ASN, Lapas Wahai Gelar Pemeriksaan Atribut dan HP Petugas

Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melalui Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) gelar pemeriksaan atribut pakaian dinas dan telepon genggam (HP) seluruh petugas, Rabu (1/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara mendadak usai apel pagi ini merupakan bagian dari pengawasan internal pastikan kedisiplinan ASN sekaligus cegah pelanggaran, termasuk penyalahgunaan perangkat digital.

Pemeriksaan menyasar seluruh petugas, mulai dari pejabat struktural, staf, hingga komandan dan anggota regu pengamanan. Setiap pegawai diperiksa kelengkapan atribut dinasnya, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap HP guna pastikan tidak terdapat aplikasi maupun aktivitas yang mengarah pada judi online.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan disiplin seluruh jajaran.

“Memasuki semester kedua tahun ini, kami ingin memastikan seluruh petugas bekerja dengan disiplin dan menjunjung tinggi integritas. Pemeriksaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk pengawasan untuk mencegah pelanggaran, termasuk keterlibatan dalam judi online. Handphone harus dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas, sementara pakaian dinas mencerminkan identitas dan profesionalisme petugas. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan secara berkala,” terang Tersih.

Pemeriksaan berlangsung sesuai prosedur dengan menelusuri aplikasi, riwayat penggunaan perangkat, serta kelengkapan atribut dinas setiap petugas.

Salah seorang anggota Tim Satopspatnal Lapas Wahai, La Ramli, menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

“Hasil pemeriksaan hari ini tidak menemukan adanya aplikasi maupun aktivitas yang mengarah pada judi online di perangkat petugas. Untuk atribut dinas, secara umum sudah sesuai ketentuan, meskipun masih terdapat beberapa catatan terkait kelengkapan brevet dan sepatu yang langsung kami minta untuk segera dilengkapi,” ungkap Ramli.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah Lapas Wahai dalam memperkuat pengawasan internal sejak awal semester kedua.

“Saya mengapresiasi konsistensi Lapas Wahai dalam memperkuat pengawasan internal. Pemeriksaan atribut dan perangkat digital merupakan langkah preventif untuk memastikan ASN Pemasyarakatan tetap disiplin, berintegritas, dan bebas dari praktik yang dapat mencederai kepercayaan publik, termasuk judi online. Upaya seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh satuan kerja,” ujar Ricky.

Kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ASN Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *