Panen Kangkung dan Tomat, Lapas Wahai Buktikan Kemandirian Pangan di Lahan Terbatas

- Editorial Team

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahai, Salawaku– Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan hasil nyata. Meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan lahan, Warga Binaan dan petugas berhasil panen dua jenis sayuran segar berupa 13 kg tomat dan lima ikat kangkung dari dalam area Lapas dan kebun perumahan dinas di luar tembok, Kamis (8/1).

Keberhasilan ini menjadi bukti konkret implementasi program ketahanan pangan mandiri di balik jeruji yang relevan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tentang kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan pertanian untuk memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan sebagai bekal mereka saat kembali ke masyarakat.

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan program ini dilaksanakan secara terstruktur dan melibatkan Warga Binaan yang telah memenuhi syarat pembinaan. “Mulai dari tahap penyemaian, perawatan, hingga panen, seluruh proses dilakukan oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai kerja sama, kesabaran, dan etos kerja,” jelasnya.

Baca juga :  Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026

Menurut Merpaty, antusiasme Warga Binaan terhadap program pertanian cukup tinggi karena mereka dapat melihat langsung hasil dari kerja keras yang dilakukan. “Ini menjadi sarana pembinaan yang efektif karena Warga Binaan merasa dilibatkan dan dihargai. Hasil panen yang baik tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi semangat produktivitas Warga Binaan. Ia menekankan ruang yang sempit dan lahan terbatas bukanlah penghalang untuk menciptakan kemandirian pangan.

“Keberhasilan panen kangkung dan tomat secara bersamaan ini menunjukkan program pembinaan yang produktif dan berorientasi pada hasil nyata berjalan optimal,” kata Tersih.

Ia menambahkan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian menjadi bekal penting bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dimanfaatkan oleh Warga Binaan sebagai modal usaha atau sumber penghidupan yang halal setelah mereka bebas,” harap Tersih.

Dukungan dan apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai keberhasilan program pertanian di Lapas Wahai sebagai implementasi pembinaan Pemasyarakatan yang produktif dan berdampak langsung.

Baca juga :  Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

“Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pemerintah yang berjenjang dari Asta Cita Presiden RI, Program Aksi Kemenimipas, hingga ke teknis di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kami mengapresiasi Lapas Wahai yang mampu berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang ada meskipun dengan sarana dan prasarana yang terbatas,” puji Ricky seraya menegaskan akan terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Maluku untuk mengembangkan program pertanian dalam mendukung kemandirian pangan.

Melalui keberhasilan panen sayuran segar secara terus-menerus ini, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, pemberdayaan, dan reintegrasi sosial. Program ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan mandiri di lingkungan Lapas Wahai, tetapi juga turut mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembinaan karakter dan keterampilan Warga Binaan.

 

Berita Terkait

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra
Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian
LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II
Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo
Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi
Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026
Konsistensi Pemberitaan, Humas Lapas Tual Raih Prestasi
Lapas Tual Raih Penghargaan Terbaik II Pengelolaan Anggaran Tingkat Kanwil Ditjenpas Maluku
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:52 WIT

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:40 WIT

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:38 WIT

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:35 WIT

Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:33 WIT

Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

Berita Terbaru

Daerah

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:40 WIT

Daerah

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:38 WIT