Beranda Daerah 10 Zona Garis Patahan Ditemukan di Ambon

10 Zona Garis Patahan Ditemukan di Ambon

2256
0
10 Zona Garis Patahan Ditemukan di Ambon
10 Zona Garis Patahan Ditemukan di Ambon

10 Zona Garis Patahan Ditemukan di Ambon – Di Pulau Ambon sendiri terdapat 10 zona garis patahan. Tiga diantaranya berada pada daerah pemukiman padat penduduk. Jalan Pattimura Ambon naik sampai ke kawasan Batumeja masuk dalam salah satu zona patahan itu. Yang lebih rawan lagi adalah daerah Poka-Rumahtiga.

Karena dilalui tiga garis patahan. Ketiga garis patahan itu berada di Tanjung Marthapons, di belakang Poka Rumahtiga dari Waiyame melintang garis patahan sampai ke Telaga Kodok dan patahan dari Waiyame naik ke arah Utara Pulau Ambon. Dengan kondisi seperti itu membuat kawasan ini sangat rawan. Patahan-patahan ini akan aktif kalau terjadi gempa besar.

Ancaman bencana

Gempa yang menimbulkan patahan yang memicu terjadinya amblesan tanah dan tsunami masih mungkin terjadi di Seram. Pulau terbesar di Provinsi Maluku ini terletak pada daerah pertemuan lempeng Eurasia di barat, Australia di selatan, Pasifik di timur, dan Lempeng Laut Filipina di utara.

Utara Seram merupakan zona subduksi Busur Banda. Busur ini membentang dari Pulau Sumbawa ke Pulau Timor, melengkung berlawanan arah jarum jam ke arah utara melewati Pulau Seram dan membentang ke barat hingga Pulau Buru.

Busur Banda di utara Pulau Seram ini bergerak ke selatan dengan kecepatan 35 milimeter per tahun. Sementara di selatan Seram terdapat patahan yang bergerak ke utara dengan kecepatan 11 milimeter per tahun.

Ringkasan Hasil Studi Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010 menunjukkan, wilayah Seram dipenuhi jejak gempa berkekuatan lebih dari 5 skala Richter dari tahun 1900-2009.

Data seismik Survei Geologi AS (USGS) menunjukkan, gempa di Seram selama tahun 1990 sampai sekarang rata-rata berkekuatan sekitar 5 skala Richter dan kedalaman 0-70 kilometer.

Sebagai salah satu zona subduksi utama, gempa tektonik yang memicu terbentuknya patahan dan amblesnya tanah hingga memunculkan tsunami berpotensi terjadi di Seram.

Amblesan tanah yang dipicu gempa itu hingga kini sering terjadi. Gempa besar terakhir di Elpaputih terjadi pada 28 Januari 2006. Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di Laut Banda itu menyebabkan patahan sepanjang 40 meter dengan kedalaman 1-3 meter di bibir pantai Teluk Elpaputih.

Sejarah Gempa di Laut Banda

Beberapa data gempa ini diambil dari USGS, gempa yang dimuat adalah gempa diatas M7.0 SR
M7.1 : 10-12-2012 (362 km SE Ambon)
M7.6 : 27-1-2006 (196 km S Ambon)
M7.1 : 2-3-2005 (368 km SE Ambon)
M7.0 : 9-11-1998 (366 km SE Ambon)
M7.1 : 25-12-1995 (370 km SE Ambon)
M7.3 : 20-12-1992 (402 km SE Ambon)
M7.1 : 17-6-1987 (356 km SE Ambon)
M7.0 : 16-9-1971 (363 km SE Ambon)
M8.2 : 24-1-1965 (275 km NW Ambon)
M7.3 : 8-10-1950 (56 km S Ambon)
M7.1 : 1-3-1948 (136 km NW Ambon)
M8.5 : 1-2-1938 (409 km SE Ambon)
M7.5 : 3-6-1927 (416 km SE Ambon)
M7.8 : 30-9-1899 (Tsunami 10m)
M8.4 : 1852 (Tsunami 10-15m)
M8.2 : 1-8-1629 ?
M? : 17-2-1674 (Tsunami mencapai 80-100m, merupakan tsunami tertinggi di Indonesia)

Salam dan Warta Anak Maluku (SALAWAKU) dibuat 1 Januari 2015 . Web/Blog ini merupakan media informasi yang bertujuan untuk berbagi informasi kepada para Netizen/Masyarakat di Maluku, informasi yang dimuat dalam Web/Blog ini seputar Politik, Teknologi, Kriminal, Sejarah, Wisata dan Informasi lain yang dianggap penting yang ditulis yang bersumber dari tulisan redaksi dan internet. SALAWAKU membuka kesempatan kepada Anda yang ingin memasukan artikel ke situs ini silahkan Hub. SMS/WA ke 0822-4802-4804. Terima Kasih