Menu

Mode Gelap
Tokoh Lintas Iman di Maluku Deklarasi Damai Umat Beragama Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon Band Etnik Reggae Asal Ambon Tampil Di Korea Pemprov Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, Lowongan Honorer Tualeka Resmi Dilantik Pimpin IDI Wilayah Maluku

Budaya · 2 Okt 2021 09:36 WIT ·

MA’ATENU Tradisi Cakalele Uji Kekebalan Senjata Tajam di Desa Pelauw


 MA'ATENU Tradisi Uji Kekebalan Senjata Tajam di Desa Pelauw Perbesar

MA'ATENU Tradisi Uji Kekebalan Senjata Tajam di Desa Pelauw

Salawaku, Malteng – Maluku adalah daerah kepulauan yang penuh dengan sejuta pesona dan keindahannya. Selain memiliki keindahan sumber daya alamnya, Maluku juga memiliki budaya-budaya leluhur yang masih dipertahankan keberadaanya hingga saat ini.

Budaya sendiri adalah sebuah aspek kehidupan yang mencakup kepercayaan, kebiasaan, seni, dan adat istiadat yang dijalani oleh masyarakat Maluku.

Ada banyak Seni budaya serta tradisi adat istiadat menjadi daya tarik sendiri bagi orang Maluku.

Di Maluku, tepatnya di Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Pulau Haruku, Jazirah Hatuhaha, terdapat sebuah Desa yang memiliki adat dan tradisi yang sakral, yaitu Desa Pelauw. Tradisi itu dinamakan Ma’atenu, yaitu uji coba kekebalan tubuh terhadap segala jenis senjata tajam.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dimana ritual Ma’atenu ini menggambarkan heroiknya perjuangan masyarakat Pelauw melawan penjajah.

Tradisi Ma’atenu ini diselenggarakan setiap 3 (tiga) tahun sekali.. Dan pelaksanaan terakhir pada tahun 2009. Peserta Ma’atenu ini adalah para kaum Adam Desa Pelauw yang telah dewasa dan apabila seseorang masih memiliki darah keturunan Pelauw, bisa juga ikut serta tradisi Ma’atenu ini.

Tak ada ritual khusus bagi para peserta Ma’atenu.. Semua lelaki Pelauw boleh ikut jika mendapat izin dari kedua orang tua.. Rupanya kekebalan senjata tajam oleh Orang Pelauw ini merupakan anugerah tersendiri dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setiap orang Pelauw maupun yang berdarah turunan Pelauw, pasti memiliki kekuatan tersembunyi dalam dirinya, yang akan muncul sewaktu-waktu jika mereka dalam bahaya, atau dalam kondisi kebatinan yang menyedihkan.

Ketika mereka dalam kondisi Ka’a atau Trance itulah, mereka akan kebal dari segala jenis senjata tajam.

Sebelum memasuki hari H Ma’atenu, peserta harus mengasah senjata tajamnya hingga setajam mungkin.. Tak jarang, saat mengasah senjata tajam, ada peserta yang sudah Ka’a atau Trance (meraung histeris), kemudian mulai beratraksi dengan menyayat dan memotong tubuhnya, namun tak mengalami luka sedikit pun.

Mungin dari anda ada yang ingin mencobanya ? , demikian artikel tentang MA’ATENU Tradisi Uji Kekebalan Senjata Tajam di Desa Pelauw

Artikel ini telah dibaca 1,216 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Cegah Kepunahan, Kantor Bahasa Maluku Melakukan Revitalisasi Tiga Bahasa Daerah

4 Desember 2022 - 15:47 WIT

Warga Pinang Putih Buat Perayaan Nabi Secara Meriah

9 Oktober 2022 - 11:31 WIT

Mandi Safar, Tradisi Unik di Maluku yang Dipercaya Bisa Bersihkan Penyakit

22 September 2022 - 17:41 WIT

Pawai Akbar Ta’aruf, Meriahkan Tahun Baru Islam di Kota Ambon

30 Juli 2022 - 15:48 WIT

Pawai Akbar Ta'aruf, Meriahkan Tahun Baru Islam di Kota Ambon

Makan Durian Bersama 5 Makanan ini, Nyawa Bisa Melayang

24 Juni 2022 - 10:51 WIT

Diduga Disembunyikan Makhluk Halus, Polisi di Seith Sempat Hilang saat Malam Takbiran

4 Mei 2022 - 18:32 WIT

Trending di Budaya