Harlah NU ke100, Ketua PWNU Maluku: NU Komitmen Menjadi Perekat Umat
PWNU Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 M/103 H dirangkaikan dengan istighotsah serta peringatan Isra Mi’raj 1447 di Istana Mini, Banda Neira, Maluku Tengah, Rabu (21/1/2026) malam.
Ambon, SALAWAKU – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100 M/103 H dirangkaikan dengan istighotsah serta peringatan Isra Mi’raj 1447 di Istana Mini, Banda Neira, Maluku Tengah, Rabu (21/1/2026) malam.
Peringatan Harlah NU dengan tema “Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia” dihadiri oleh Rais Syuriah PWNU Maluku Ustadz. Abdurrahman Tuanaya, Lc, Khatib Syuriah PWNU Maluku Ustadz. Chairuddin Talaohu, Lc, Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I dan pengurus, para pejabat eselon III Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Asisten III Administrasi Umum Setda Maluku Tengah Hamit Pattisahusiwa, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Maluku Tengah Gani Wael, S.Ag, anggota DPRD Maluku Tengah, Ketua PCNU Maluku Tengah, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan Forkopimcam Kepulauan Banda Neira, Majelis Taklim dan masyarakat sekitar.
Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku Dr. Yamin dalam sambutannya berharap melalui momentum ini bukan sekedar acara seremonial, tetapi merupakan ruang muhasabah dan refleksi atas perjalanan panjang nahdlatul ulama sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang telah mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara kesatuan republik indonesia.
Selama satu abad perjalanannya, Nahdlatul Ulama telah membuktikan diri sebagai benteng ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah, penjaga tradisi keislaman yang moderat, serta penguat persatuan umat dan bangsa. NU senantiasa hadir dalam menjaga harmoni sosial, merawat kebhinekaan, serta memperjuangkan nilai-nilai islam rahmatan lil ‘alamin.
“Di Provinsi Maluku yang kita cintai bersama, NU berkomitmen untuk terus menjadi perekat umat, penyejuk di tengah masyarakat, serta mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas, toleransi, dan perdamaian antarumat beragama,” ujar Dr. Yamin yang juga selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku.
Isighotsah yang kita laksanakan pada hari ini merupakan wujud tawakkal dan penghambaan kita kepada allah swt, memohon pertolongan-nya agar bangsa ini, khususnya maluku, senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari perpecahan, konflik, dan bencana.
Sementara peringatan isra mi’raj nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita tentang pentingnya keimanan, ketaatan, dan disiplin spiritual, terutama melalui perintah shalat sebagai tiang agama dan sarana pembentukan akhlak mulia.
Di usia NU yang telah memasuki satu abad lebih ini, kita dituntut untuk terus melakukan khidmah dan tajdid, memperkuat peran NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi umat, serta kebangsaan, dengan tetap berpegang teguh pada manhaj ahlussunnah wal jama’ah.
Dr. Yamin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini, semoga Allah SWT mencatat setiap ikhtiar kita sebagai amal shalih.
“Semoga nahdlatul ulama senantiasa diberkahi allah, istiqamah dalam perjuangan, dan terus menjadi cahaya bagi umat, bangsa, dan negara,” tutup Dr. Yamin
Peran Strategis Majelis Taklim
Dr. Yamin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat hadir langsung di tengah masyarakat Banda, tidak hanya sebagai Ketua Tanfidziah, tetapi juga sebagai Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku. Ia mengaku terkesan karena kegiatan Harlah NU kali ini dirangkaikan dengan pelantikan sekitar 31 majelis taklim, sebuah momentum yang menurutnya jarang ditemui di daerah lain.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku ini menegaskan bahwa majelis taklim memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.
“Majelis taklim jangan dianggap biasa-biasa saja. Dalam situasi dan kondisi apa pun, majelis taklim bisa menjadi penentu arah kebijakan—baik kebijakan pemerintah, kebijakan wilayah, bahkan arah kebijakan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia berharap majelis taklim yang baru dilantik dapat terus berkembang dan menjadi motor penggerak pembinaan umat. Ke depan, ia juga mendorong terbentuknya majelis taklim bagi kaum bapak dengan pengaturan waktu yang bijak agar tidak mengganggu keharmonisan keluarga.
Ia juga menyinggung kunjungan dua Menteri Agama ke Pulau Banda sebagai sebuah kehormatan besar bagi masyarakat Maluku, seraya berharap kehadiran para pejabat pusat tersebut membawa dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Banda.
Rais Syuriah PWNU Maluku Ustadz. Abdurrahman Tuanaya,Lc dalam ceramahnya mengingatkan jamaah tentang perjuangan Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan NU. Beliau menjelaskan bahwa pendirian NU bukan hanya bermodal semangat pribadi, tetapi hasil musyawarah para ulama dengan restu dari sang guru, Kyai Bangkalan, dan izin dari Rasulullah SAW.
Untuk diketahui, kegiatan Harlah NU turut dirangkaikan dengan pelantikan majelis taklim se-Kepulauan Banda Neira, dan Pengurus PCNU se-Pulau Banda Neira.
(**)






