Ribuan Masyarakat Hadiri Pengukuhan dan Pelantikan Raja Negeri Pelauw, Ini Pesan Gubernur Maluku

- Editorial Team

Jumat, 7 Februari 2025 - 11:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan dan pelantikan Upu Latu Nusa Barakate, Raja Hatuhaha sekaligus Raja Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (6/2/2025). Foto: Istimewa

i

Pengukuhan dan pelantikan Upu Latu Nusa Barakate, Raja Hatuhaha sekaligus Raja Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (6/2/2025). Foto: Istimewa

Pengukuhan dan pelantikan Upu Latu Nusa Barakate, Raja Hatuhaha sekaligus Raja Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (6/2/2025). Foto: Istimewa

 

Ambon, SALAWAKU – Ribuan masyarakat Negeri Pelauw antusias menyambut pengukuhan dan pelantikan Upu Latu Nusa Barakate, Raja Hatuhaha sekaligus Raja Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Hal ini terlihat saat berlangsungnya acara Pengukuhan dan Pelantikan Raja Negeri Pelauw yang di pusatkan di Negeri Pelauw, Kamis (6/2/2025), masyarakat tumpah ruah memadati areal pengukuhan dan pelantikan yang dipusatkan di rumah raja pertama Hatuhaha.

Nampak hadir, Pj. Gubernur Maluku Ir. Sadali Ie dan pimpinan OPD Maluku, Gubernur Maluku terpilih Hendrik Lewerissa, LL.M, Anggota DPD RI Ana Latuconsina dan Bisri As-Sidiq Latuconsina, Pj. Bupati Maluku Tengah Dr. Rakib Sahubawa dan jajaran, Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease Kombes Pol Driyano A Ibrahim, para Camat dan Kepala Pemerintahan atau Raja Negeri se-Kepulauan Lease, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda.

Disambut Antusias Masyarakat

Orang nomor satu di Hatuhaha khususnya Negeri Pelauw disambut antusias oleh Masyarakat. Banyak warga menyempatkan diri untuk mengabadikan moment bersejarah pengukuhan dan pelantikan Upu Latu Nusa Barakate.

Menurut warga, pelantikan Upu Latu Nusa Barakate terpilih adalah moment sejarah bagi masyarakat. Mereka ingin menyaksikan langsung pelantikan Raja Negeri Pelauw

“Kami ingin menyaksikan langsung pengukuhan dan pelantikan Raja Negeri Pelauw karena ini momentum sejarah bagi warga masyarakat Negeri Pelauw dan Hatuhaha umumnya,” kata Ajis Talaohu (38) salah satu warga di lokasi pelantikan

Gubernur Sampaikan Selamat

Pj. Gubernur Maluku Ir. Sadali Ie dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, menyampaikan selamat kepada bapak R. H. Latuconsina yang telah dipercayakan masyarakat untuk memimpin Negeri Pelauw.

“Saya yakin amanat kepercayaan yang saudara emban sangat berat tapi mulia sehingga dalam melaksanakan tugas harus mengutamakan norma-norma nilai adat istiadat dan budaya setempat,” ucap Pj. Gubernur

Pj. Gubernur mengatakan, seorang raja atau Upu Latu dituntut untuk berperan sebagai motivator dan penggerak, dalam menciptakan harmonisasi hubungan sosial antar masyarakat, serta senantiasa berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya. Seorang raja juga dituntut untuk membina hubungan kemitraan yang baik dengan saniri negeri, serta membangun kerjasama dengan negeri-negeri tetangga, agar tercipta postur pemerintahan dan kehidupan kemasyarakatan yang harmonis.

“Semua ini menunjukan bahwa tugas yang bapak emban sebagai seorang kepala pemerintahan negeri, sangat berat, tetapi juga sangat mulia. Olehnya itu, dalam melaksanakan tugas, utamakan norma-norma agama dan nilai-nilai budaya yang santun, sebagai modal sosial dalam menjalin hidup bermasyarakat yang bermartabat.  Saya yakin dan percaya, bahwa negeri-negeri di Kecamatan Pulau Haruku dapat maju bersama dan bersaing dengan negeri-negeri lain di daerah ini, untuk mewujudkan provinsi maluku yang tangguh, maju dan mandiri,” tutur Pj. Gubernur

Pj. Gubernur meminta seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Maluku Tengah, khususnya masyarakat Negeri Pelauw dapat memberikan dukungan bagi raja Negeri Pelauw yang baru dalam melaksanakan tugasnya. Jangan lagi ada gejolak yang bisa menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, apalagi sampai menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya.

“Marilah kita pupuk terus tali persaudaraan, persatuan dan kesatuan antara sesama warga,karena pada dasarnya kita adalah bersaudara sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki selama ini. Kita semua bertanggungjawab untuk mewujudkan maluku yang aman dan damai dalam semangat orang basudara,” pungkas Pj. Gubernur

Peristiwa Sejarah

Pi. Bupati Maluku Tengah Dr. Rakib Sahubawa dalam sambutannya mengatakan, acara ini bukan prosesi seremonial, tetapi sebagai peristiwa bersejarah yang menegaskan keberlanjutan kepemimpinan adat dan kepala pemerintahan Negeri dalam menjaga marwah, identitas serta keharmonisan masyarakat Pelauw.

Dalam adat dan budaya Maluku terkhusus Negeri Pelauw, seorang raja atau Upu Latu pemimpin formal, tetapi juga pemersatu masyarakat. Pengukuhan adat menegaskan bahwa negeri Pelauw masih tetap menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dikatakan, Negeri Pelauw dengan segala kearifan adatnya telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan peradaban di Pulau Haruku. Oleh karena itu diharapkan Upu Latu Nusa Barakate yang baru dapat menjalankan tugasnya dengan bijaksana, menjaga kebersamaan serta menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh masyarakat.

Sebagai kepala pemerintahan yang baru mempunyai tanggungjawab dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik, jadilah pemimpin yang adil dan bijaksana, mendengar suara rakyat, bekerja sama dengan saniri, masyarakat dalam menciptakan stabilitas agar Negeri Pelauw maju dan harmonis.

Serta menjaga keberagaman dan keberagaman ditengah masyarakat Pelauw dan pulau Haruku umumnya dan menjaga adat dan budaya agar tetap lestari sepanjang masa.

“Saya mengajak masyarakat Negeri Pelauw untuk bersatu, bergandeng tangan mendukung kepemimpinan Upu Latu Nusa Barakate dan bersama-sama membangun Negeri ini menjadi lebih baik,” pungkas Sahubawa

Untuk diketahui, proses pengukuhan adat diawali dengan penjemputan Latu Pati Hatuhaha dan antar menuju rumah raja dengan iringan lagu sawat.

Setelah itu, Raja Negeri Pelauw didampingi para Latupati Hatuhaha dan Raja Titaway, raja Tuhaha, Raja Oma, Raja Soya Menuju ke Ashari atau Baileo dilakukan prosesi adat selanjutnya menuju rumah Raja pertama Hatuhaha untuk dilakukan prosesi pengukuhan adat oleh tua adat dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pelantikan Kepala Pemerintahan Negeri Pelauw oleh Pj. Bupati Maluku Tengah.

(*)

Berita Terkait

Hadiri Upacara HUT Pattimura, Kapolresta Ambon Pimpin Langsung Pengamanan di Saparua
Matasiri Menyambut Upu Latu Nusa Barakate Yang Baru
Ribuan Warga Dipastikan Hadiri Acara Pengukuhan Adat dan Pelantikan Raja Negeri Pelauw
Perayaan Idul Adha, Kapolresta Ambon Serahkan Hewan Kurban
Anggota DPR RI Tutup Festival “Ramadan Bikin Asik”
Remas Al-Hamid Waiheru Dalam Peringati Perayaan Maulid Dengan Berbagai Lomba
Warga RT 002/RW 017 Kompleks IAIN Ambon Rayakan Maulid Nabi SAW 1445 H
Cegah Kepunahan, Kantor Bahasa Maluku Melakukan Revitalisasi Tiga Bahasa Daerah
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:31 WIT

Hadiri Upacara HUT Pattimura, Kapolresta Ambon Pimpin Langsung Pengamanan di Saparua

Jumat, 7 Februari 2025 - 11:13 WIT

Ribuan Masyarakat Hadiri Pengukuhan dan Pelantikan Raja Negeri Pelauw, Ini Pesan Gubernur Maluku

Kamis, 6 Februari 2025 - 04:09 WIT

Matasiri Menyambut Upu Latu Nusa Barakate Yang Baru

Sabtu, 1 Februari 2025 - 08:52 WIT

Ribuan Warga Dipastikan Hadiri Acara Pengukuhan Adat dan Pelantikan Raja Negeri Pelauw

Senin, 17 Juni 2024 - 21:01 WIT

Perayaan Idul Adha, Kapolresta Ambon Serahkan Hewan Kurban

Berita Terbaru

Daerah

Awal Tahun, Lapas Saparua Periksa Kesehatan Warga Binaan

Minggu, 11 Jan 2026 - 07:33 WIT