Kemenag Malra Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan di Lapas Tual

- Editorial Team

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langgur, Salawaku– Kementerian Agama (Kemenag) terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Selasa (30/12/2025). Melalui kolaborasi intensif antara Penyuluh Agama Islam dan pihak Lapas, program pembinaan rohani kini difokuskan pada penguatan akhlak dan pemahaman agama yang moderat.

Program pembinaan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan upaya rehabilitasi mental agar para warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. Materi yang disampaikan meliputi: Memberantas buta aksara Al-Qur’an bagi warga binaan, memberikan pemahaman dasar hukum Islam dan penguatan keimanan, ruang dialog bagi warga binaan untuk mencurahkan isi hati dan mendapatkan penguatan spiritual secara personal.

Baca juga :  Lapas Tual Raih Penghargaan Terbaik II Pengelolaan Anggaran Tingkat Kanwil Ditjenpas Maluku

“Tujuan kita adalah memastikan bahwa dinding penjara tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk bertaubat. Kami ingin mereka menyadari bahwa masa lalu bisa diperbaiki, dan agama adalah kompas terbaik untuk melangkah maju,” ujar penyuluh agama kemenag.

Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyambut positif keberlanjutan program ini. Berdasarkan pengamatan, warga binaan yang aktif mengikuti pembinaan rohani cenderung memiliki tingkat emosional yang lebih stabil dan menunjukkan perilaku yang lebih kooperatif selama masa tahanan.

Baca juga :  Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Selain aspek ibadah, Kemenag juga menyisipkan nilai-nilai moderasi beragama. Hal ini dilakukan untuk mencegah paham radikalisme dan memastikan bahwa pemahaman agama yang diterima oleh warga binaan adalah pemahaman yang menyejukkan, toleran, dan cinta damai, Ujar Nurchalis.

Dengan adanya pembinaan rutin ini, diharapkan Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan menjadi “pesantren” sementara yang mencetak individu-individu baru yang religius dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan nantinya.

Berita Terkait

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra
Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian
LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II
Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo
Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi
Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026
Konsistensi Pemberitaan, Humas Lapas Tual Raih Prestasi
Lapas Tual Raih Penghargaan Terbaik II Pengelolaan Anggaran Tingkat Kanwil Ditjenpas Maluku
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:52 WIT

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:40 WIT

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:38 WIT

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:35 WIT

Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:33 WIT

Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

Berita Terbaru

Daerah

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:40 WIT

Daerah

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:38 WIT