Saadiah Uluputty: Bersatu Bangun SDM Unggul, Siapkan Generasi Emas Negeri Lima
Ambon, Salawaku– Anggota DPR RI asal Maluku, Saadiah Uluputty, mengajak keluarga besar Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, memperkuat persatuan, memperluas partisipasi dan membangun visi bersama demi kemajuan negeri serta generasi mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Saadiah dalam Musyawarah Besar (Mubes) III Pengurus Besar Himpunan Keluarga Besar Hena Lima (PB HKBHL) yang berlangsung di Aula Balai Bahasa Provinsi Maluku, Ambon, Minggu (23/8/2026).
Dalam kegiatan yang mengangkat tema transformasi peradaban itu, Saadiah menyebut terdapat tiga kata kunci penting yang harus menjadi pijakan keluarga besar Negeri Lima, yakni persatuan, partisipasi dan visi kepemimpinan.
Saadiah menegaskan, Negeri Lima bukan sekadar nama atau tempat asal, melainkan rumah, akar sekaligus identitas yang melekat pada setiap anak negeri.
“Henalima adalah rumah, Henalima adalah akar dan Henalima adalah identitas katong semua. Di sana katong lahir, dibesarkan, bersekolah, dididik dan memiliki banyak kenangan,” ujar Saadiah.
Ia mengatakan, perbedaan latar belakang, marga, profesi maupun tempat tinggal tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan sebagai satu keluarga besar Negeri Lima.
Sebaliknya, seluruh anak Negeri Lima yang berada di berbagai daerah, termasuk di luar Maluku, harus terus membangun komunikasi dan kolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negeri.
Saadiah berharap kepengurusan PB HKBHL yang terbentuk melalui Mubes III mampu menerjemahkan semangat persatuan, partisipasi dan visi kepemimpinan ke dalam program kerja yang nyata.
Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu menjadi rumah bersama untuk menyampaikan aspirasi, mencari solusi serta menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pemerintah.
“Katong tidak berkumpul hanya sekadar berkumpul. Ada pesan, keinginan, harapan dan tanggung jawab yang dititipkan kepada pengurus yang baru,” katanya.
Bangun Manusia, Bukan Hanya Infrastruktur
Saadiah juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai investasi utama bagi masa depan Negeri Lima.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum. Lebih dari itu, Negeri Lima harus mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter dan memiliki kemampuan untuk bersaing di berbagai bidang.
“Tanah kita survei, jalan kita sampaikan, aspirasi terus kita perjuangkan. Tetapi membentuk manusia yang berkarakter, membentuk SDM yang nantinya melihat Negeri Lima ke depan, itu yang harus kita bangun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saadiah turut mendorong gagasan pembangunan pesantren di Negeri Lima sebagai salah satu upaya membentuk generasi yang memiliki fondasi pendidikan agama, karakter dan wawasan yang kuat.
Ia berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta seluruh elemen keluarga besar Negeri Lima.
Saadiah juga menyoroti pentingnya memperkuat program beasiswa dan dukungan pendidikan bagi anak-anak Negeri Lima. Menurutnya, investasi pendidikan harus dipandang sebagai program jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda.
Targetkan Generasi Unggul 10–20 Tahun ke Depan
Saadiah berharap dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, Negeri Lima mampu melahirkan generasi-generasi unggul yang membawa nama baik negeri serta memberikan kontribusi bagi Maluku maupun Indonesia.
“Bukan hanya untuk hari ini atau besok. Tetapi bagaimana 10 sampai 20 tahun ke depan sudah lahir generasi-generasi Negeri Lima yang unggul,” tegasnya.
Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan cerdas.
Karena itu, momentum Mubes III PB HKBHL diharapkan tidak berhenti pada proses pergantian atau pembentukan kepengurusan baru, tetapi menjadi titik awal lahirnya agenda bersama yang berorientasi pada pembangunan manusia dan masa depan Negeri Lima.
“Katong boleh berbeda-beda, tetapi identitas sebagai orang Negeri Lima tetap menjadi satu ikatan. Warisan leluhur tidak boleh diputus, tetapi harus disambungkan dari masa lalu, masa kini hingga masa depan,” pungkas Saadiah.



