Hujra Soumena Ajak HKBHL Tinggalkan Ego, Bersatu Bangun Negeri Lima
Ambon, Salawaku- Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena yang juga selaku tokoh Negeri Lima, meminta kepengurusan baru Himpunan Keluarga Besar Hena Lima (HKBHL) meninggalkan ego kelompok dan mengedepankan kerja bersama untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Pesan tersebut disampaikan Hujra saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) III HKBHL di Aula Balai Bahasa Provinsi Maluku, Ambon, Minggu (23/8/2026).
Hujra menegaskan, kepengurusan HKBHL periode 2026-2031 harus memiliki arah kerja yang jelas dan terukur. Menurutnya, organisasi harus hadir dengan program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang pertama itu, jangan lagi ada ego. Matahari naik, matahari masuk, itu sudah selesai. Sekarang kita harus ke depan,” tegas Hujra.
Ia mengatakan Negeri Lima memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam. Potensi tersebut, kata dia, harus dipetakan dan dikelola secara serius agar menjadi kekuatan pembangunan.
“Sumber daya manusia dulu, baru beberapa lainnya kita atur. Kita lihat apa kekurangan yang ada di kampung, apa peluang yang ada di kampung,” ujarnya.
HKBHL Perlu Miliki Database Anak Negeri
Salah satu langkah yang didorong Hujra adalah membangun database warga Negeri Lima yang tersebar di berbagai daerah.
Pendataan tersebut tidak hanya mencakup warga yang berada di Ambon, tetapi juga mereka yang berada di luar daerah, termasuk mahasiswa, lulusan perguruan tinggi, serta warga yang memiliki kompetensi di berbagai bidang.
Menurutnya, database tersebut penting untuk mengetahui kekuatan SDM sekaligus kebutuhan masyarakat, terutama dalam membuka akses pekerjaan dan pengembangan karier.
“Setelah kegiatan ini, kita rumuskan sesuatu yang tidak perlu banyak. Tapi betul-betul apa yang kita putuskan itu dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Hujra menilai HKBHL juga dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, Pemerintah Negeri Lima, pemerintah daerah dan berbagai pihak yang memiliki kewenangan maupun sumber daya.
Ia meminta setiap persoalan internal organisasi diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan saling menjatuhkan.
“Katong semua bergandengan tangan dalam satu pemikiran untuk bisa menghasilkan solusi. Bukan yang ini mau ini, mau ini. Persoalan kecil jangan sampai menjadi besar dan tidak bisa terselesaikan,” ujarnya.
Dorong Potensi Pertanian dan Pariwisata
Selain penguatan SDM, Hujra melihat Negeri Lima memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata.
Ia menyebut kondisi tanah yang subur serta keberadaan danau dapat menjadi modal pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus destinasi wisata.
“Kita punya tanah cukup subur. Ada danau yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan wisatawan di sana,” kata Hujra.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan generasi muda. Menurutnya, perilaku sebagian warga yang berujung pada persoalan hukum dapat memberikan dampak terhadap citra dan nama baik Negeri Lima.
Karena itu, HKBHL diharapkan ikut mengambil peran dalam pembinaan generasi muda dan mendorong lahirnya generasi yang memiliki karakter serta mampu memberikan kontribusi bagi kampung halaman.
Hujra Dorong Regenerasi Kepemimpinan
Dalam momentum Mubes III, Hujra juga mendorong adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh HKBHL.
Ia berharap kepemimpinan periode 2026-2031 dapat memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk tampil dan mengambil tanggung jawab dalam organisasi.
“Kalau bisa dari anak muda yang maju. Lima tahun ke depan, kalau bisa anak muda yang maju,” ujarnya.
Menurut Hujra, regenerasi merupakan bagian penting untuk memastikan HKBHL terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.
Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya tidak hanya mampu menjalankan organisasi secara administratif, tetapi juga memiliki visi, mampu merangkul seluruh elemen keluarga besar Hena Lima dan menghasilkan program konkret bagi masyarakat.

