Beranda Daerah Lawan Covid-19, Pemneg Pelauw Sulap Balai Desa Jadi Posko Karantina

Lawan Covid-19, Pemneg Pelauw Sulap Balai Desa Jadi Posko Karantina

293
0
Lawan Covid-19, Pemneg Pelauw Sulap Balai Desa Jadi Posko Karantina
Lawan Covid-19, Pemneg Pelauw Sulap Balai Desa Jadi Posko Karantina

Ambon, – SALAWAKU – Negeri (Desa) Pelauw Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam hal antisipasi dan penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

Bagimana tidak, balai desa yang seyogyanya digunakan warga desa untuk mengadakan musyawarah atau pertemuan di “sulap” menjadi posko karantina siaga Covid-19.

Sekertaris Negeri Pelauw Ali Latuconsina mengungkapkan bahwa penggunaan balai desa Negeri Pelauw dijadikan sebagai posko karantina guna memutus mata rantai virus corona yang berbahaya di masyarakat.

Hal ini lanjutnya sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Desa-PDTT Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), didalamnya terdapat protokol tanggap Covid-19 yang meminta kepada kepala desa agar menyiapkan tempat isolasi yang refresentatif bagi warga apabila diperlukan.

“Tempat karantina ini diperuntukan bagi warga lokal yang berasal dari zona merah,” kata Latuconsina kepada media ini, Jumat (3/4).

Dijelaskan, menghadapi ancaman virus yang kini telah menjadi pandemik secara global tersebut, warga masyarakat desa telah memiliki kesadaran untuk bergerak bersama. Pemerintah Desa pun secara berkelanjutan terus menanamkan pentingnya kesadaran seluruh warga demi menghindarkan mereka dari terpapar penyakit yang hingga kini masih dicari vaksin penawarnya itu.

“Kita juga sudah membentuk gugus tugas relawan melawan Covid-19 dan protokol relawan desa dalam menanggulangi wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru itu sesuai dengan surat edaran Menteri Desa-PDTT,” jelasnya

Relawan Desa Lawan Covid-19 melibatkan adik-adik dari akademi kesehatan, pemerintah negeri, dinas kesehatan dan dari unsur organisasi pemuda negeri Pelauw. Mereka terbagi di tiga posko, yakni pelabuhan besar Negeri Pelauw, Puskesmas Pelauw dan daerah Batu Gajah Pelauw dan satu posko Karantina di balai desa. Dalam melaksanakan kegiatan dan aktivitasnya dengan prinsip gotong royong melibatkan dukungan warga masyarakat desa.

“Relawan selanjutnya memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat desa tentang Covid-19, pendataan, pengecekan suhu tubuh, menyiapkan alat deteksi dini, sesuai dengan surat edaran menteri, serta protokol kesehatan dan standar WHO,” jelas Latuconsina

Latuconsina juga menambahkan warga juga perlu diedukasi, jika mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, lesu, dan gangguan pernapasan, diminta segera lapor kepada Relawan Desa Lawan Covid-19.

Balai Desa Negeri Pelauw, Kec. Pulau Haruku, Kab. Maluku Tengah

Sementara itu, salah satu tim karantina siaga Covid-19 Negeri Pelauw Nursum Tuankotta menambahkan, ada sebanyak 24 warga lokal saat ini menjalani karantina di balai desa Negeri Pelauw. Mayoritas warga yang dikarantina berasal dari zona merah Covid-19 seperti Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Sudah empat hari ini masyarakat menjalani karantina, targetnya 14 hari, jika kondisi sudah baik dalam waktu tujuh hari pertama, maka bisa di pulangkan, namun tetap melanjutkan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan pihak terkait. Kita juga sedang melakukan persiapan untuk kedatangan kapal laut dari Jakarta menuju Ambon terjadwal tanggal 4 dan 8 April,” jelasnya

Mantan Ketua Kohati Cabang Ambon ini mengungkapkan, perlengkapan sarana pendukung baik pangan maupun kebutuhan lain di posko karantina sangat cukup sesuai surat edaran Menteri Desa-PDTT, sehingga warga yang saat ini dikarantina, tidak perlu cemas.

“Mulai dari tempat tidur, susu bayi, pempres, makanan berat, snack pagi sore, dan MCK, semuanya tersedia, ada juga petugas harian, dananya berasal dari Dana Desa dan donasi masyarakat,” pungkasnya. (RS)