DPD Golkar Maluku Mantapkan Konsolidasi, Bidik Kursi DPR RI dan Pimpinan DPRD
Ambon, Salawaku – Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Yermias, menegaskan kepengurusan DPD Partai Golkar Maluku periode 2025–2030 disusun secara akomodatif dengan melibatkan berbagai unsur di internal partai. Formasi tersebut dipersiapkan sebagai fondasi untuk menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029 hingga Pilkada 2031.
Hal itu disampaikan Anos bersama Ketua Panitia Pelantikan DPD Golkar Maluku Rohalim Boy Sangadji dan pengurus DPD Golkar Lainnya kepada wartawan di Ambon, Senin (13/7/2026) malam.
Menurutnya, Partai Golkar sebagai partai yang terbuka memberikan ruang kepada seluruh kader dalam proses penyusunan kepengurusan, sehingga komposisi yang terbentuk merupakan hasil perpaduan berbagai latar belakang dan kekuatan politik di Maluku.
“Kepengurusan yang sekarang ini merupakan kombinasi dari banyak latar belakang. Yang pasti sudah mengakomodasi kepentingan semua pihak. Golkar adalah partai terbuka, sehingga dalam proses rekrutmen pengurus kami membuka diri bagi semua,” kata Anos.
Ia mengungkapkan, secara organisatoris persiapan pelantikan pengurus sebenarnya telah mencapai 99 persen. Seluruh pengurus yang masuk dalam struktur DPD I telah menyatakan kesediaan mengikuti pelantikan, baik melalui surat resmi maupun melalui grup komunikasi internal partai.
“Secara kesiapan kami sudah 99 persen. Semua teman-teman yang masuk dalam kepengurusan DPD I telah menyatakan siap mengikuti pelantikan,” ujarnya.
Anos menjelaskan, kepengurusan yang terbentuk bukan sekadar memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi juga dirancang sebagai strategi politik jangka panjang untuk memperkuat posisi Partai Golkar pada kontestasi nasional dan daerah.
“Kami menyusun konfigurasi kepengurusan dengan membaca kebutuhan politik menuju 2029 sampai 2031. Tujuannya agar Golkar mampu meraih kemenangan pada Pemilu Legislatif, Pemilihan Presiden maupun Pilkada,” jelasnya.
Ia mengakui hasil Pemilu Legislatif 2024 di Maluku belum memenuhi target partai. Karena itu, pasca-Musyawarah Daerah (Musda), tim formatur menyusun kepengurusan dengan mempertimbangkan representasi dan kekuatan politik dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.
Untuk target jangka pendek, DPD Partai Golkar Maluku membidik kembalinya satu kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku sekaligus memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Golkar pada Pemilu 2029.
“Target kami adalah merebut kembali satu kursi Partai Golkar di Senayan dan memenangkan Pilpres. Itu menjadi target jangka pendek kami,” tegas Anos.
Sementara dalam agenda politik 2031, Golkar Maluku menargetkan kembali meraih posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku melalui penguatan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Dengan konfigurasi kepengurusan yang ada saat ini, kami optimistis dapat kembali meraih kursi pimpinan DPRD Maluku. Seluruh konsolidasi yang kami bangun diarahkan untuk mencapai target tersebut,” pungkasnya.


