Bodewin Siapkan Pendidikan Musik di Seluruh SD dan SMP di Ambon
Ambon, Salawaku– Pemerintah Kota Ambon berupaya memperkuat identitas sebagai UNESCO City of Music melalui pengembangan pendidikan musik di lingkungan sekolah. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menargetkan program pendidikan musik dapat menjangkau seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Ambon.
Langkah ini dilakukan agar predikat Ambon sebagai Kota Musik Dunia tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan bakat dan lahirnya generasi musisi masa depan.
Bodewin menyampaikan hal tersebut setelah membuka Amboina International Music Festival (AIMF) di Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Maluku, Karang Panjang, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, pendidikan musik sejak usia dini menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan ekosistem musik di Ambon. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan bermusik melalui pendidikan formal.
Program pendidikan musik tersebut sebelumnya telah diterapkan di 10 sekolah percontohan di Kota Ambon. Hasil pelaksanaannya dinilai positif sehingga Pemkot Ambon berencana memperluas program tersebut ke seluruh SD dan SMP.
“Kita berharap anak-anak ini, 10 sampai 20 tahun ke depan, menjadi musisi-musisi hebat dari Kota Ambon untuk Maluku dan Indonesia,” kata Bodewin.
Ia menegaskan, investasi dalam pendidikan musik merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan potensi musik Ambon.
Dengan memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengasah bakat sejak dini, Ambon diharapkan tidak hanya dikenal karena kekayaan musikalnya, tetapi juga mampu melahirkan musisi yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain menyoroti pendidikan musik, Bodewin menjelaskan, penyelenggaraan AIMF merupakan bagian dari rangkaian peringatan Ambon sebagai UNESCO City of Music.
Festival tersebut menjadi wadah pertemuan berbagai kota kreatif dari dalam dan luar negeri untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta merumuskan strategi menghadapi tantangan dalam pengembangan industri kreatif.
Melalui Ambon City Forum, kota-kota yang memiliki keunggulan di bidang masing-masing diharapkan dapat saling belajar dan memperkuat kolaborasi untuk mendorong kemajuan sektor kreatif.
Bodewin berharap, seluruh rangkaian AIMF, mulai dari forum jejaring hingga konser musik, tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menghasilkan gagasan dan kerja sama konkret bagi perkembangan musik di Kota Ambon.
Menurutnya, mempertahankan predikat UNESCO City of Music membutuhkan lebih dari sekadar penyelenggaraan festival. Diperlukan komitmen berkelanjutan untuk membangun ekosistem musik, memperluas pendidikan, serta menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga warisan musikal Ambon.
Dengan demikian, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia dapat terus hidup dan berkembang melalui karya serta prestasi generasi muda di masa mendatang.

