Antisipasi Kendala Layanan Medis, Lapas Wahai Verifikasi BPJS Warga Binaan
Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan. Salah satunya melalui koordinasi dengan pihak Puskesmas setempat guna pengecekan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi Warga Binaan, Rabu (11/2).
Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Lapas Wahai dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal, termasuk dalam hal administrasi jaminan kesehatan nasional.
Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa pengecekan BPJS ini penting untuk memastikan status kepesertaan Warga Binaan aktif sehingga pelayanan medis dapat diberikan secara maksimal.
“Koordinasi dengan pihak Puskesmas ini kami lakukan untuk memastikan data kepesertaan BPJS Warga Binaan terverifikasi dengan baik. Dengan begitu, apabila diperlukan rujukan atau pelayanan lanjutan, prosesnya dapat berjalan lebih cepat dan tepat,” ujar Fitri.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam bidang kesehatan sebagai prioritas utama.
“Kami tidak ingin ada kendala dalam pelayanan kesehatan karena status BPJS yang tidak aktif. Koordinasi dengan Puskesmas Wahai ini sangat penting agar jika terjadi keadaan darurat, Warga Binaan langsung bisa ditangani. Ini adalah wujud nyata pelayanan kami yang humanis dan transparan,” ungkap Tersih.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah proaktif Lapas Wahai dalam memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mendukung pelayanan kesehatan di dalam Lapas.
“Kami mengapresiasi upaya Lapas Wahai yang terus membangun koordinasi dengan instansi kesehatan daerah. Pengecekan BPJS ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Warga Binaan mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Pelayanan di Lapas harus berintegritas dan profesional. Pastikan jaminan kesehatan mereka terpenuhi, karena itu adalah hak dasar yang dijamin oleh negara,” terang Ricky.
Lapas Wahai berharap, Warga Binaan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang terjamin dan memadai menjalani masa pembinaan.


