Menu

Mode Gelap
Tokoh Lintas Iman di Maluku Deklarasi Damai Umat Beragama Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon Band Etnik Reggae Asal Ambon Tampil Di Korea Pemprov Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, Lowongan Honorer Tualeka Resmi Dilantik Pimpin IDI Wilayah Maluku

Covid-19 · 2 Okt 2021 09:36 WIT ·

GTPPC-19 : Vaksin Corona Paling Cepat Tahun Depan


 Vaksin Corona Paling Cepat Tahun Depan Perbesar

Vaksin Corona Paling Cepat Tahun Depan

Ambon, SALAWAKU, Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) berbicara kemungkinan vaksin virus Corona ditemukan minimal tahun depan. Masyarakat diminta tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Ketua Tim Pakar GTPPC-19 Wiku Adisasmito mengaku tidak bisa memprediksi kapan wabah Corona ini tuntas. Namun, kata Wiku, virus ini dipastikan akan tetap ada hingga vaksin COVID-19 ditemukan.

“Kalau kita ditanya sampai kapan, sebenarnya kita nggak ada yang tahu seluruh dunia juga tidak tahu karena virus ini vaksinnya belum ditemukan. Sampai ditemukan, Kita harus selalu berhadapan dengan virus ini, kami minta masyarakat disiplin dan waspada terhadap virus ini,” kata Wiku dalam siaran langsung di YouTube BNPB, Selasa (12/5/2020).

Namun, Wiku mengatakan kemungkinan vaksin baru akan ditemukan tahun depan. Selama menunggu vaksin, ia berharap masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan menerapkan perubahan perilaku.

“Kalau untuk penemuan vaksin kemungkinan paling cepat mungkin tahun depan, tetapi bagaimana bisa optimis untuk beraktivitas kuncinya adalah perubahan perilaku,” jelasnya.

Wiku menjelaskan selama pandemi Corona masyarakat Indonesia menjalani pola hidup yang berbeda dari sebelumnya. Hal ini disebut dengan istilah ‘new normal’. Masyarakat juga beraktivitas dengan cara membatasi kontak fisik.

“Secara sosial kita pasti alami sesuatu bentuk ‘new normal’ atau kita harus adaptasi dengan aktivitas dan bekerja, tentunya harus kurangi kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan dan bekerja dan sekolah dari rumah,” ungkapnya.

Perubahan perilaku ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat. Bahkan, meskipun ke depannya laju penyebaran virus ini semakin menurun, perilaku ini tetap harus dijalankan hingga vaksin COVID-19 ditemukan. (Source: Detik)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Ancaman Corona, Percairan THR dan Gaji ke-13 PNS Akan Dipertimbangkan

2 Oktober 2021 - 09:36 WIT

Ancaman Corona, Percairan THR dan Gaji ke-13 PNS Akan Dipertimbangkan

“Calon” Vaksin Covid-19 Akan Diumumkan Pada 23 April di Turki

2 Oktober 2021 - 09:36 WIT

“Calon” Vaksin Covid-19 Akan Diumumkan Pada 23 April di Turki

Dalam Sehari, Pasien Positif Covid-19 di Maluku Bertambah 12 Orang

2 Oktober 2021 - 09:36 WIT

Pasien Positif Covid-19 di Maluku Bertambah 12 Orang

Gustu Kota Ambon Buka Data Pasien Covid-19, Cek Disini

2 Oktober 2021 - 09:36 WIT

Maluku dapat 1.200 Dus Obat Herbal Anti Covid dari Wuhan

2 Oktober 2021 - 09:36 WIT

Maluku dapat 1.200 Dus Obat Herbal Anti Covid dari Wuhan

Kurangnya Kesadaran Masyarakat, PSBB Tahap III Akan Lebih Diperketat

2 Oktober 2021 - 09:36 WIT

Kurangnya Kesadaran Masyarakat, PSBB Tahap III Akan Diperketat
Trending di Covid-19