Hadirkan Layanan Kesehatan Inovatif, Lapas Wahai dan Puskesmas Perawatan Wahai Sepakati PKS
Wahai, Salawaku — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai resmi sepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Puskesmas Wahai untuk hadirkan langkah inovatif, yaitu layanan kesehatan jemput bola langsung ke kamar hunian Warga Binaan, Kamis (11/9). Penandatanganan PKS ini memastikan komitmen peningkatan dan pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh Warga Binaan tanpa terkecuali.
Berbeda dengan layanan klinik pada umumnya, kerja sama ini menitikberatkan pada sistem jemput bola yang dikemas inovatif dengan nama Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan (SAPA-BINA).
Tenaga medis dari Puskesmas Wahai bersama tim kesehatan Lapas akan turun langsung menyambangi kamar-kamar hunian untuk melakukan pengecekan kesehatan rutin, pemeriksaan tensi, hingga pembagian obat dan vitamin kepada Warga Binaan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan langkah ini merupakan bentuk perlindungan hak asasi manusia dan pemenuhan hak dasar Warga Binaan di bidang kesehatan. “Kesehatan adalah hak mendasar bagi setiap manusia, termasuk Warga Binaan. Dengan adanya PKS ini, kami tidak hanya menunggu Warga Binaan yang sakit untuk melapor, tetapi proaktif mendatangi kamar hunian mereka bersama tim kesehatan puskesmas. Hal ini juga meminimalisir risiko kedaruratan medis di Lapas,” ungkapnya.
Pelaksana Teknis Kepala Puskesmas Perawatan Wahai, Sri Diana Makatita, menyambut antusias kolaborasi lintas sektoral ini. Pihaknya siap mendukung penuh program kesehatan bagi Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Melalui program inovasi SAPA-BINA, tenaga kesehatan kami siap turun langsung ke Lapas secara rutin. Layanan jemput bola ini efektif untuk mendeteksi gejala penyakit lebih dini, sehingga penanganan medis bisa dilakukan dengan cepat dan tepat tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban Lapas,” jelas Sri seraya menilai layanan inovatif ini sangat membantu Warga Binaan, terutama mereka yang sudah lanjut usia atau yang mengalami kesulitan mobilitas menuju ruang klinik.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Wahai berharap makin optimal dalam mewujudkan lingkungan hunian yang lebih sehat dan manusiawi yang didukung pelayanan prima.


