Kebakaran Hanguskan Empat Kios dan Satu Rumah di Batu Meja, Kerugian Ditaksir Rp1,41 Miliar

Ambon, Salawaku– Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Ahmad Yani, RT 001/RW 001, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (25/7) sekitar pukul 23.10 WIT. Peristiwa tersebut menghanguskan empat unit kios serta satu rumah warga dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,41 miliar.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janet Luhukay, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kobaran api menyebabkan bangunan beserta sejumlah barang berharga milik warga ludes terbakar.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari kios milik Sandra Huwae yang saat itu dalam keadaan tertutup. Warga yang mendengar teriakan kebakaran langsung berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember berisi air. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke deretan kios lainnya hingga mengenai bagian belakang rumah milik Jhon Tamala.

“Saksi menerangkan bahwa kios tersebut sudah sekitar satu bulan tidak beroperasi karena pemiliknya merawat suaminya yang sedang sakit. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di dalam kios,” ujar Ipda Janet.

Sekitar pukul 23.17 WIT, empat unit mobil pemadam kebakaran Kota Ambon bersama personel Polsek Sirimau tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.09 WIT.

Adapun bangunan yang terdampak yakni kios milik Abraham Nahumury, Martinus Manu bersama istrinya Ida Mewar, Sandra Huwae, serta satu bangunan kosong milik Ade Salamoni. Selain itu, rumah milik Jhon Tamala turut mengalami kerusakan akibat jilatan api.

Polisi memperkirakan total kerugian material mencapai sekitar Rp1,41 miliar. Kerusakan meliputi bangunan, lemari pendingin (freezer), serta berbagai barang dagangan seperti sembako yang ikut terbakar.

Usai kejadian, personel Polsek Sirimau bersama petugas pemadam kebakaran mengamankan lokasi, memasang garis polisi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan instalasi listrik.

“Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di dalam kios milik Sandra Huwae,” kata Ipda Janet.

Akibat peristiwa tersebut, keluarga Jhon Tamala untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat, sementara korban lainnya kembali ke rumah masing-masing. Polisi juga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dapat memberikan bantuan dan penanganan kepada para korban kebakaran.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *