Ramadan–Idul Fitri 2026, Pemkot Ambon Percantik Kota dengan Ornamen Religi

Ambon, Salawaku — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Ambon merencanakan pemasangan berbagai ornamen dan aksesori Lebaran di sejumlah titik strategis dalam kota. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot untuk menghadirkan suasana religius sekaligus menegaskan identitas Ambon sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

Kepala Bagian Umum Pemkot Ambon, Josi Aulele, mengungkapkan bahwa pemasangan aksesori keagamaan telah menjadi agenda rutin pemerintah kota setiap tahun, khususnya ketika beberapa hari besar keagamaan berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan.

“Setiap menjelang puasa dan Idul Fitri, kami selalu menyiapkan aksesori Lebaran. Ini bukan sekadar dekorasi, tetapi wujud perhatian pemerintah kepada semua umat beragama dan upaya menjaga harmoni di tengah masyarakat,” ujar Josi kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan kalender keagamaan, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026, yang waktunya berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek dan Paskah. Kondisi ini membuat Pemkot harus mengatur pemasangan ornamen secara bergiliran agar setiap perayaan tetap mendapat ruang dan perhatian yang proporsional.

“Begitu ornamen Imlek diturunkan, akan digantikan dengan aksesori Lebaran. Setelah itu, kami juga menyesuaikan dengan perayaan Paskah dan hari besar lainnya,” jelasnya.

Beberapa ruas jalan dan pusat aktivitas masyarakat yang direncanakan menjadi lokasi pemasangan antara lain kawasan A.Y. Patty, area pertokoan Pasar Mardika, serta Pattimura Park. Kawasan Pattimura Park dinilai strategis karena kerap menjadi lokasi kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk agenda buka puasa bersama.

“Saat ini masih tahap persiapan. Dalam waktu dekat pemasangan akan mulai dilakukan agar masyarakat bisa menikmati suasana kota yang lebih hidup, religius, dan menyejukkan,” kata Josi.

Melalui langkah ini, Pemkot Ambon berharap wajah kota tidak hanya tampak lebih indah menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga semakin menguatkan nilai kebersamaan dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Ambon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *