Langgur, Salawaku – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terlihat sibuk di area perkebunan Lapas pada Sabtu (27/12/2025). Dengan tekun, mereka memastikan setiap tanaman sayuran, mulai dari kangkung, bayam, hingga sawi, mendapatkan perawatan optimal agar dapat tumbuh subur.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang digalakkan oleh Lapas Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku untuk memberikan bekal keterampilan hidup bagi warga binaan saat mereka kembali ke masyarakat.
Proses perawatan yang dilakukan secara rutin ini meliputi penyiraman, pemupukan, pembersihan gulma, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman di lahan Lapas. Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, program ini bukan sekadar mengisi waktu luang, tetapi memiliki nilai edukatif dan produktif yang nyata.
“Tujuannya jelas, bukan sekadar mengisi kegiatan harian, melainkan memberikan keterampilan nyata yang relevan dengan kebutuhan hidup di masyarakat,” ujar Nurchalis.
Hasil panen dari kegiatan ini nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan di dapur Lapas, tetapi juga berpotensi memberikan penghasilan tambahan bagi warga binaan yang terlibat. Partisipasi aktif ini disambut antusias oleh para warga binaan, yang merasa bangga karena hasil kerja keras mereka dapat bermanfaat langsung.
Program pertanian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan berbasis ketahanan pangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan, keterampilan bertani ini dapat menjadi modal berharga bagi mereka untuk hidup mandiri setelah bebas nanti.






