Widya Pratiwi Ajak Warga Ambon Perkuat 4 Pilar Kebangsaan di Tengah Maraknya Hoaks

AMBON, SALAWAKU – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Widya Pratiwi, terus mendorong masyarakat untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan sebagai benteng menghadapi maraknya informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah persaudaraan.

Hal itu disampaikan Widya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Hunut, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pada 10 September 2026.

Empat Pilar Kebangsaan yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Widya mengatakan, empat pilar tersebut merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun isu yang dapat memicu perpecahan.

“4 Pilar Kebangsaan ini merupakan dasar yang sangat penting sebagai norma dasar bagi kita samua di tengah-tengah derasnya HOAX saat ini,” tandas Widya.

Srikandi PAN dari daerah pemilihan Maluku itu menilai, hoaks yang membawa isu agama, suku maupun ras dapat mengganggu kehidupan persaudaraan yang selama ini telah terpelihara di tengah masyarakat Maluku.

Karena itu, Widya mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Bapak Ibu basudara samua, zaman sekarang penting bagi katong samua untuk mengingat dan mengetahui dasar-dasar negara supaya jangan mudah terpengaruh isu-isu yang bikin rusak katong pung budaya orang saudara,” pintanya.

Widya juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberagaman suku, agama dan budaya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Maluku yang harus terus dijaga.

“Kita masyarakat Maluku sudah terbiasa hidup dalam perbedaan suku dan agama, sebab itu jang lupa akan katong pung budaya orang Maluku, laeng sayang laeng dalam ikatan Pela-Gandong dan itu sesuai dengan pilar kebangsaan kita yakni Bhinneka Tunggal Ika,” tutup Widya.

Sosialisasi tersebut diikuti ratusan masyarakat yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Widya berharap pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan dapat semakin memperkuat persatuan serta menjaga kehidupan masyarakat Maluku tetap rukun di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. (NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *