Program MBG Jadi Fondasi Kecerdasan, Kesehatan & Produktivitas Nasional

- Editorial Team

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subhan Pattimahu. S.Pi., M.Si / Ketua Ikatan Alumni Univ Brawijaya Provinsi Maluku

Ambon, Salawaku– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Prabowo–Gibran merupakan kebijakan strategis yang patut memperoleh dukungan luas dari seluruh elemen bangsa.

Subhan Pattimahu. S.Pi., M.Si / Ketua Ikatan Alumni Univ Brawijaya Provinsi Maluku, menegaskan program ini menegaskan bahwa pembangunan manusia Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada perluasan akses pendidikan, tetapi harus ditopang oleh pemenuhan kebutuhan dasar yang paling fundamental, yakni gizi yang layak dan berkelanjutan.

” MBG menjadi fondasi penting bagi kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas nasional,” Jelas Subhan.

Subhan memandang bahwa agar MBG benar-benar tampil sebagai program besar yang paripurna, berkeadilan, dan berorientasi jangka panjang, maka diperlukan penyempurnaan cakupan penerima manfaat.

Salah satu langkah strategis yang perlu dipertimbangkan adalah memperluas Program Makan Bergizi Gratis hingga menjangkau mahasiswa sebagai bagian akhir dari mata rantai prosew Pendidikan dalam upaya pengembangan sumber daya manusia.

Dikatakan, secara nasional, mahasiswa bukanlah kelompok yang homogen secara sosial dan ekonomi.

Di satu sisi terdapat mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi mapan, namun di sisi lain tidak sedikit mahasiswa yang berasal dari keluarga menengah dengan daya dukung terbatas, bahkan dari keluarga yang secara ekonomi berada dalam kondisi tidak mampu.

Banyak mahasiswa harus bergantung pada kiriman orang tua yang tidak selalu pasti, bekerja paruh waktu di sela-sela perkuliahan, atau menekan kebutuhan dasar demi menjaga keberlanjutan studi.

Namun dalam praktiknya, program beasiswa belum sepenuhnya menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan. Keterbatasan kuota, persyaratan administratif, serta berbagai faktor teknis dan non-teknis menyebabkan sebagian mahasiswa berada pada posisi yang rentan.

“Mereka tidak selalu tercatat sebagai kelompok miskin ekstrem, namun juga tidak memiliki ketahanan ekonomi yang cukup kuat. Kelompok mahasiswa inilah yang kerap berada di wilayah “abu-abu” dan sering luput dari jangkauan kebijakan negara,” Ungkapnya.

Pada titik inilah, Subhan menilai bahwa kehadiran MBG bagi mahasiswa menjadi sangat relevan. Program ini bukan semata soal pemenuhan kebutuhan makan, tetapi merupakan sentuhan negara yang konkret dan bermakna, yang dapat menghadirkan rasa diperhatikan sekaligus memberikan dorongan psikologis bagi mahasiswa untuk tetap bertahan, berproses, dan berkembang di tengah tekanan ekonomi.

Dimana pemenuhan gizi yang layak memiliki korelasi langsung dengan kualitas proses belajar.

Mahasiswa yang tercukupi gizinya akan memiliki daya konsentrasi dan daya serap akademik yang lebih baik, kondisi fisik dan mental yang lebih stabil, serta semangat belajar yang lebih terjaga.

Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus mengembangkan kapasitas intelektual, keterampilan, dan karakter sebagai bekal utama menghadapi dunia kerja dan dunia profesional.

Subhan menyampaikan, mahasiswa pada hakikatnya merupakan titik puncak dari proses panjang pembangunan manusia, sekaligus gerbang terakhir sebelum memasuki dunia kerja, industri, dan kepemimpinan publik.

Oleh karena itu, menurut Subhan Pattimahu, memastikan mahasiswa berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima bukan semata persoalan kesejahteraan, melainkan kepentingan strategis negara dalam menyiapkan generasi terdepan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dari sisi teknis dan tata kelola, Subhan berpandangan bahwa perguruan tinggi sangat ideal dijadikan sebagai pengelola dapur MBG bagi mahasiswa. Setiap kampus dapat mengelola dapur MBG secara mandiri dan profesional, dengan tetap berada di bawah standar, regulasi, serta pengawasan Badan Gizi Nasional. Skema ini memungkinkan kualitas gizi tetap terjaga, penggunaan anggaran berlangsung akuntabel, serta keberlanjutan program dapat dipastikan.

“Gagasan perluasan MBG hingga mahasiswa sepenuhnya sejalan dengan visi besar Prabowo–Gibran dan merupakan perwujudan yang lebih utuh serta total dari Asta Cita, khususnya dalam penguatan kualitas manusia Indonesia, peningkatan produktivitas dan daya saing nasional, pemerataan keadilan sosial, serta optimalisasi bonus demografi,”Kata ketua harian SOKSI Maluku ini.

Ia menambahkan, mahasiswa adalah generasi yang akan segera berhadapan langsung dengan tantangan dunia kerja, industri, dan persaingan global. Karena itu, memastikan mereka sehat, fokus, dan siap merupakan bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang kuat dan berdaulat,

Diakhir komentar, Subhan Pattimahu menegaskan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan visioner pemerintahan Prabowo–Gibran. Namun, demi mencapai dampak yang maksimal dan keadilan yang lebih substantif, MBG perlu diperluas hingga menjangkau mahasiswa. Langkah ini bukan pemborosan anggaran, melainkan investasi cerdas pada fase akhir pembentukan sumber daya manusia nasional.

Ketika mahasiswa diperkuat, maka bangsa ini sedang menyiapkan masa depannya dengan sungguh-sungguh. Inilah wujud negara yang hadir, berpikir jauh ke depan, dan bekerja dengan totalitas untuk generasi penerus Indonesia.

“Perlu dipahami bersama bahwa kita akan memasuki zaman dimana anak muda / mahasiswa akan memimpin atau dipimpim, anak muda inilah yang lebih tau negara ini seperti apa untuk diperjuangkan, coretan coretan sejarah akan terulang kembali bagaimana anak muda itu berperan kedepan dan Bangsa ini butuh anak Muda dan itu adalah Sekarang,” Tutup subhan.

Berita Terkait

Kemenag Maluku Salurkan Bantuan Prasarana Pendidikan Kepada SMAK Maria Mediatrix Langgur
Wagub Hadiri Tahfidz Al-Quran dan Pelepasan Alumni MAN Ambon
Lepas Peserta Aksamala, Kepala MAN Ambon Minta Jaga Kelompakan
Jelang Lebaran, TPG Guru PAI di Maluku Dicairkan
Sambangi Anak-anak Pengajian, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tihu Bagikan Alquran
Ini Peringatan HAB ke-78 Kemenag di Maluku
Himbauan Kapolresta Ambon Menyambut Perayaan Natal Dan Tahun Baru
Kapolresta Ambon ‘Jumat Curhat’ Warga Batu Merah  
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:29 WIT

Program MBG Jadi Fondasi Kecerdasan, Kesehatan & Produktivitas Nasional

Selasa, 17 Juni 2025 - 20:22 WIT

Kemenag Maluku Salurkan Bantuan Prasarana Pendidikan Kepada SMAK Maria Mediatrix Langgur

Rabu, 7 Mei 2025 - 21:26 WIT

Wagub Hadiri Tahfidz Al-Quran dan Pelepasan Alumni MAN Ambon

Kamis, 17 April 2025 - 15:20 WIT

Lepas Peserta Aksamala, Kepala MAN Ambon Minta Jaga Kelompakan

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:47 WIT

Jelang Lebaran, TPG Guru PAI di Maluku Dicairkan

Berita Terbaru

Daerah

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:40 WIT

Daerah

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:38 WIT