Polda Maluku Ungkap Tiga Pelaku TTPO Bawah Umur di Ambon

Avatar

- Penulis Berita

Jumat, 23 Juni 2023 - 22:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, SALAWAKU- Tiga terduga pelaku TPPO atau Tindak Pidana Perdagangan Orang ditangkap aparat Ditreskrimum Polda Maluku di Kota Ambon.

Mereka yang diamankan Satgas TPPO yakni berinisial GR (20), BR (22), dan JK (24). Ketiganya terlibat dalam kasus prostitusi dan berperan sebagai mucikari.

Kasubdit 4 PPA Ditreskrimum Polda Maluku, AKBP Sulastri Sukijang, yang didampingi Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku, AKP Imelda Haurissa, mengatakan, ketiga pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait dengan pengungkapan Satgas TPPO kami melaksanakan perintah Bapak Kapolri dan Kapolda Maluku. Mulai tanggal 5 Juni 2023 kemarin kami melaksanakan kegiatan preemtif, preventif dan represif. Kami amankan tiga tersangka yang bertindak sebagai mucikari,” ungkap Sulastri saat konferensi pers yang digelar di Mapolda Maluku, Ambon, Jumat (23/6/2023).

Tersangka GR dan BR diamankan lebih dulu di salah satu penginapan yang berada di Jalan A.M Sangadji Ambon. Keduanya diringkus selang waktu berbeda pada hari Minggu (18/6/2023). GR diciduk pukul 20.34 WIT, sementara BR pukul 23.45 WIT.

GR, tersangka perempuan ini dalam aksinya memanfaatkan dua orang korban, anak di bawah umur. Mereka ditugaskan untuk mencari pria hidung belang agar dapat berhubungan intim dengan dirinya.

Baca juga :   Anggota DPR RI Gandeng Yayasan Asa Muda Indonesia Gelar Sosialisai 4 Pilar Buat Mahasiswa

“Setiap transaksi yang didapat untuk berhubungan (seksual), dua korban akan diberikan upah masing-masing Rp50 ribu. Jadi korban ini tidak berhubungan intim, tetapi mereka ditugaskan untuk mencari pria hidung belang untuk tersangka,” katanya.

Berbeda dengan GR, tersangka BR melakukan transaksi dengan pria hidung belang melalui aplikasi MiChat. Dia mencari orderan untuk diberikan kepada korban.

“Jadi mereka ini punya grup di MiChat untuk bertransaksi. Tersangka mengeksploitasi korban anak untuk berhubungan seksual dengan lelaki hidung belang. Setiap transaksi, tersangka akan mendaptkan upah Rp50 ribu,” jelasnya.

Sama halnya dengan tersangka JK yang ditangkap disebuah penginapan di kawasan Kecamatan Nusaniwe Ambon, Senin (19/6/2023) pukul 20.30 WIT.

“JK sudah menjadi mucikari kepada korban anak selama kurang lebih 1 tahun. Sekali berhubungan dibayar Rp1,2 juta. Dari setiap transaksi, tersangka akan memberikan korban upah sebesar Rp800 ribu,” ungkapnya.

Umumnya dalam setiap transaksi, para pelaku prostitusi meminta bayaran minimal Rp200 ribu sampai Rp250 ribu sekali kencan.

“Profesi yang digelut mereka ada baru dan ada yang sudah berlangsung lama. Bahkan ada yang sudah 2 tahun,” jelasnya.

Baca juga :   Anggota DPR RI Gandeng Yayasan Asa Muda Indonesia Gelar Sosialisai 4 Pilar Buat Mahasiswa

Terhadap tiga tersangka tersebut, penyidik PPA Ditreskrimum Polda Maluku menggancar mereka dengan Pasal 2 Jo Pasal 6 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO.

Senada dengan Sulastri, Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku, AKP Imelda Haurissa, mengungkapkan, hingga tanggal 21 Juni 2023, Satgas TPPO di wilayah hukum Polda Maluku dan jajaran telah melakukan sebanyak 192 kegiatan.

“Kegiatan yang dilakukan terdiri terdiri dari kegiatan preemtif berupa sosialisasi sebanyak 5 kali, preventif berupa razia dan penyelidikan sebanyak 180 kali, dan represif sebanyak 7 kali,” ungkapnya.

Khusus upaya represif terkait kasus TPPO yang dilakukan berdasarkan 7 laporan polisi, Polda Maluku telah mengamankan 7 orang tersangka dengan korbannya anak di bawah umur sebanyak 8 orang.

“Untuk kasus TPPO ada 7. Terdiri dari Polres Maluku Tengah 1, Buru 1, Kepulauan Aru 1, Seram Bagian Timur 1, dan Ditreskrimum Polda Maluku 3 kasus,” ungkapnya.

Polda Maluku menghimbau kepada setiap orang tua agar dapat menjaga dan melindungi anak-anaknya, apalagi yang masih berusia di bawah umur.

Berita Terkait

Anggota DPR RI Gandeng Yayasan Asa Muda Indonesia Gelar Sosialisai 4 Pilar Buat Mahasiswa
Ditreskrimsus Diduga Diamkan Ilegal Oil SPBU Wayame
Pengemudi Avansa Tewas Usai Tertimba Pohon di Laha
Jabatan Dua Kasat Di Polresta Ambon Diserahterimakan
Kuasa Hukum CV. Aurora Marewangeng Adukan Delapan Media Online ke Dewan Pers
Polsek Salahutu Himbau Warga Jaga Kamtibmas
Kapolri Instruksikan Jajaran Netral Dalam Pemilu 
Gadis 18 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk 
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 11:36 WIT

Anggota DPR RI Gandeng Yayasan Asa Muda Indonesia Gelar Sosialisai 4 Pilar Buat Mahasiswa

Kamis, 20 Juni 2024 - 11:26 WIT

Ditreskrimsus Diduga Diamkan Ilegal Oil SPBU Wayame

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:15 WIT

Pengemudi Avansa Tewas Usai Tertimba Pohon di Laha

Rabu, 19 Juni 2024 - 14:20 WIT

Jabatan Dua Kasat Di Polresta Ambon Diserahterimakan

Jumat, 5 April 2024 - 01:55 WIT

Kuasa Hukum CV. Aurora Marewangeng Adukan Delapan Media Online ke Dewan Pers

Kamis, 1 Februari 2024 - 14:30 WIT

Polsek Salahutu Himbau Warga Jaga Kamtibmas

Sabtu, 13 Januari 2024 - 18:04 WIT

Kapolri Instruksikan Jajaran Netral Dalam Pemilu 

Minggu, 7 Januari 2024 - 10:44 WIT

Gadis 18 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk 

Berita Terbaru

Politik

MTQ  XXX Tingkat Promal Resmi Dibuka

Minggu, 23 Jun 2024 - 14:26 WIT

Hukum

Ditreskrimsus Diduga Diamkan Ilegal Oil SPBU Wayame

Kamis, 20 Jun 2024 - 11:26 WIT

Hukum

Pengemudi Avansa Tewas Usai Tertimba Pohon di Laha

Rabu, 19 Jun 2024 - 21:15 WIT

Hukum

Jabatan Dua Kasat Di Polresta Ambon Diserahterimakan

Rabu, 19 Jun 2024 - 14:20 WIT