Wujud Kreativitas, Warga Binaan Lapas Geser Manfaatkan Bambu sebagai Wadah Instalasi Hidroponik

Geser, Salawaku -Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Geser kembali menunjukan inovasi dan kreativitasnya di sektor pertanian sebagai wujud pemberdayaan dalam mendukung dan menyukseskan program akselerasi yang dipromotori Menimipas, Agus Andrianto, perihal berdayakan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan, senin (01/09/2025). Kali ini warga binaan diberikan pendampingan dan pembimbingan oleh jajaran Subskesi Pembinaan guna melakukan pemasangan instalasi dengan media bambu sebagai wadah penanaman sayuran hijau dengan metode hidroponik.

Pelaksana Harian Kasubsi Pembinaan yang turut terlibat dalam giat ini menjelaskan selama menjalani masa pembinaan, warga binaan terus dibekali dengan pengetahuan dan hal baru sebagai stimulus dalam mengasah kretivitas dan inovasi mereka di berbagai sektor termasuk sistem pertanian sebagai solusi ketahanan pangan mandiri.

“Dengan memanfaatkan peluang yang ada, pihak kami akan terus berupaya mengolah ide kreatif dan inovatif sebagai sarana untuk membekali warga binaan menjadi pribadi yang unggul dan relevan dalam melihat sumber peluang yang menguntungkan. kreasi positif seperti ini dinilai sebagai dasar pembinaan yang menarik dalam mengasah kemampuan warga binaan guna menjadi bekal mereka di kemudian hari,” jelasnya.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan lahan ini sebelumnya telah difungsikan untuk membudidayakan jagung manis dan kangkung cabut namun mengalami gagal tumbuh, diduga hal ini terjadi akibat struktur tanah yang berpasir mengingat lokasi Lapas Geser berbatasan langsung dengan bibir pantai di pulau geser. Tanah berpasir memiliki partikel yang jauh lebih besar daripada molekul bahan organik hal tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk mempertahankan mineral. “Oleh karena itu, hidroponik hadir sebagai solusi yang dinilai menjanjikan peluang keberhasilan dalam membudidayakan sayuran hijau guna mendukung ketahanan pangan. Hari ini akan dilakukan persiapan dan pemasangan instalasi bambu hidroponik, selanjutnya akan diikuti dengan penyemaian dan penanaman bibit sayuran hijau,” terangnya.

Salah satu staf Subsesksi Pembinaan, Alfin Ikhsan Ramadhan, membeberkan penggunaan bambu menjadi wadah instalasi adalah sebagai alternatif pipa paralon dalam sistem hidroponik, menggantikan fungsi sebagai saluran tempat tumbuh tanaman dan larutan nutrisi. “Penggunaan media bambu ini memiliki banyak potensi dan keuntungan, seperti mengurangi biaya produksi dan ketersediaan yang melimpah di lingkungan sekitar pulau seberang yang jaraknya dekat dengan Lapas Geser,” terangnya.

Dikonfirmasi Tim Humas, Kepala Lapas Kelas III Geser, Mulyo Utomo, menegaskan pihaknya akan terus mendukung dan memberikan ruang kepada petugas juga warga binaan dalam menyalurkan ide-ise kreatif dalam menunjang proses pembinaan selama di Lembaga Pemasyarakatan yang terfokus pada program akselerasi Menimipas.

“Saya berharap inovasi semacam ini dapat terus dikembangkan dan menjadi terobosan positif dalam merealisasikan ide kretif hasil kolaborasi petugas dan warga binaan agar menjadi sarana belajar dan ruang pembinaan yang relevan” ungkapnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kakanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang memfokuskan pembinaan humanis sebagai ruang dan stimulus memicu ide-ide kreatif warga binaan. “Kegiatan ini dapat menjadi sarana membangun kekompakan petugas dalam memberdayakan warga binaan dengan ide dan gagasan inovatif dalam menunjang proses pemembimbingan, pelayanan dan pembinaan kepaada warga binaan guna mencapai tujuan Pemasyarakatan, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *