Rutan Ambon Harus Jadi Rumah Pengabdian

Ambon, Salawaku– Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan secara khusus, pesan kepada Meta Putra yang kini dipercaya memimpin Rutan Kelas IIA Ambon.

Ia meminta Meta menjadikan Rutan Ambon sebagai rumah pengabdian dengan mengedepankan pelayanan, pembinaan, keamanan, serta integritas dalam menjalankan tugas.

“Jadikan Rutan Ambon sebagai rumah pengabdian. Jalankan amanah dengan kesungguhan dan kesetiaan,” pesan Ricky dalam sambutan, pada serah terima jabatan tersebut berlangsung dalam rangkaian pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan manajerial dan non-manajerial di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, yang digelar di Aula Pattimura Rutan Kelas IIA Ambon, Rabu (19/8/2026).

Ia juga mengingatkan agar berbagai persoalan yang pernah terjadi di Rutan Ambon menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran sehingga tidak kembali terulang.

Ricky menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran maupun stakeholder. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan peredaran narkoba dan berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.

“Jangan berkompromi dengan narkoba. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran, tidak boleh ada pembiaran, dan tidak boleh ada praktik-praktik yang mencederai integritas pemasyarakatan,” tegasnya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan baru, Rutan Ambon mampu menjadi tempat yang aman, tertib, serta memberikan pelayanan dan pembinaan secara optimal kepada warga binaan.

Estafet Kepemimpinan Harus Berlanjut

Ricky juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang sebelumnya menjalankan tugas memimpin Rutan Ambon. Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan berarti menghentikan program yang telah berjalan.

Sebaliknya, estafet kepemimpinan harus memastikan program yang telah berjalan baik tetap dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan diperbaiki dan inovasi terus dikembangkan.

“Pergantian pimpinan bukan berarti menghentikan pekerjaan yang telah berjalan. Estafet kepemimpinan harus memastikan bahwa program-program yang baik terus dilanjutkan, kekurangan diperbaiki, dan inovasi terus dikembangkan,” katanya.

Selain pergantian pimpinan Rutan Ambon, pelantikan juga mencakup sejumlah pejabat manajerial dan non-manajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku.

Ricky menegaskan bahwa jabatan fungsional atau non-manajerial memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. Karena itu, seluruh jajaran diminta terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi.

“Organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu atau dua orang, tetapi oleh individu-individu yang bekerja dengan satu visi, integritas dan kesungguhan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian dan membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kinerja nyata.

“Jadikan jabatan sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar kebanggaan,” tandas Ricky.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *