Ketua Sinode GPM Tekankan UKIM Tak Sekadar Cetak Sarjana

Ambon, Salawaku– Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. Sacharias Izak Sapulette, S.Th., M.Si., menegaskan bahwa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sekadar mencetak lulusan bergelar akademik.

Hal itu disampaikan Sapulette dalam momentum Dies Natalis ke-41 UKIM di gelar, Di aula UKIM, Selasa (1/9/2026).

Ia mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya, UKIM merupakan bagian dari panggilan pelayanan GPM untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memberi kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat.

Menurutnya, memasuki usia 41 tahun, UKIM perlu terus bergerak dengan visi yang jelas melalui semangat “Melangkah Cerdas, Bertumbuh Berkelanjutan.”

Sapulette menilai tema tersebut harus diwujudkan dalam langkah nyata, mulai dari penguatan sumber daya manusia, tata kelola dan transformasi digital, pembangunan infrastruktur serta pembiayaan berkelanjutan, hingga perluasan kerja sama akademik.

“UKIM sejak awal tidak pernah dimaksudkan hanya sebagai institusi yang memberikan gelar akademik. UKIM adalah bagian dari misi dan panggilan pelayanan GPM,” tegasnya.

Ia juga mendorong UKIM untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki karakter Kristiani, integritas, disiplin, tanggung jawab, etos kerja, solidaritas dan kreativitas.

“UKIM harus menghasilkan manusia berilmu yang memiliki karakter Kristiani dan mampu memberikan dampak bagi gereja dan masyarakat,” ujarnya.

Sapulette menambahkan, perkembangan UKIM ke depan harus diukur bukan hanya dari bertambahnya gedung, program studi maupun jumlah mahasiswa, tetapi terutama dari peningkatan mutu, penguatan kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, relevansi lulusan, produktivitas penelitian dan besarnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Ia berharap UKIM semakin mampu menjawab berbagai persoalan Maluku melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian, termasuk isu kesehatan, pendidikan, ekonomi pulau-pulau kecil, sumber daya laut, perubahan iklim, budaya, pluralisme dan kemiskinan.

Dengan penguatan tersebut, UKIM diharapkan terus bertumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang kuat secara akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *