Lapas Wahai Siap Jadi Dapur Gizi Nasional, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Kemenimipas
Wahai, Salawaku – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dalam mendukung program prioritas pemerintah kembali ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Senin (26/1/2026).
Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis Lapas Wahai dalam menyukseskan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), yakni pembangunan dapur sehat di Lapas dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah tersertifikasi.
Melalui kerja sama tersebut, Lapas Wahai resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 28 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia yang dipercaya menjalankan operasional penyediaan makanan bergizi. Hasil produksi dapur sehat ini nantinya akan disalurkan ke sejumlah sekolah di wilayah Wahai, serta menyasar kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil, sebagai implementasi nyata semangat Pemasyarakatan Bermanfaat bagi Masyarakat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk mengimplementasikan program nasional tersebut.
“Kami berkomitmen penuh menyukseskan Program MBG. Pembangunan dapur sehat di Lapas Wahai akan segera direalisasikan oleh mitra, sementara Warga Binaan yang terlibat akan dibekali pelatihan khusus agar makanan yang dihasilkan higienis, bernilai gizi tinggi, dan sesuai standar. Ini bukti bahwa Pemasyarakatan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Wahai,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menekankan bahwa seluruh UPT Pemasyarakatan wajib memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan Program MBG sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan.
“Kolaborasi yang terstruktur dengan para mitra sangat penting agar program berjalan sesuai standar. Program MBG tidak hanya memberikan keterampilan dan kemandirian bagi Warga Binaan, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat sekitar. Saya tekankan agar Primer Koperasi Pemasyarakatan turut dilibatkan di setiap UPT,” tegas Mashudi.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang menyambut positif penandatanganan PKS tersebut.
“Program MBG menjadi bukti bahwa Pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya instruksikan Lapas Wahai untuk memastikan kualitas, higienitas, dan nilai gizi makanan sesuai standar agar program nasional ini berjalan optimal,” ujarnya.
Dengan ditandatanganinya PKS ini, Lapas Wahai siap bertransformasi menjadi unit layanan gizi masyarakat yang menyajikan makanan bergizi gratis, sekaligus mempertegas peran aktif Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia sebagaimana dijabarkan dalam Program Aksi Kementerian Tahun 2026.Lapas Wahai Siap Jadi Dapur Gizi Nasional, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Kemenimipas
Jakarta, INFO_PAS – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dalam mendukung program prioritas pemerintah kembali ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Senin (26/1/2026).
Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis Lapas Wahai dalam menyukseskan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), yakni pembangunan dapur sehat di Lapas dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah tersertifikasi.
Melalui kerja sama tersebut, Lapas Wahai resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 28 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia yang dipercaya menjalankan operasional penyediaan makanan bergizi. Hasil produksi dapur sehat ini nantinya akan disalurkan ke sejumlah sekolah di wilayah Wahai, serta menyasar kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil, sebagai implementasi nyata semangat Pemasyarakatan Bermanfaat bagi Masyarakat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk mengimplementasikan program nasional tersebut.
“Kami berkomitmen penuh menyukseskan Program MBG. Pembangunan dapur sehat di Lapas Wahai akan segera direalisasikan oleh mitra, sementara Warga Binaan yang terlibat akan dibekali pelatihan khusus agar makanan yang dihasilkan higienis, bernilai gizi tinggi, dan sesuai standar. Ini bukti bahwa Pemasyarakatan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Wahai,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menekankan bahwa seluruh UPT Pemasyarakatan wajib memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan Program MBG sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan.
“Kolaborasi yang terstruktur dengan para mitra sangat penting agar program berjalan sesuai standar. Program MBG tidak hanya memberikan keterampilan dan kemandirian bagi Warga Binaan, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat sekitar. Saya tekankan agar Primer Koperasi Pemasyarakatan turut dilibatkan di setiap UPT,” tegas Mashudi.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang menyambut positif penandatanganan PKS tersebut.
“Program MBG menjadi bukti bahwa Pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya instruksikan Lapas Wahai untuk memastikan kualitas, higienitas, dan nilai gizi makanan sesuai standar agar program nasional ini berjalan optimal,” ujarnya.
Dengan ditandatanganinya PKS ini, Lapas Wahai siap bertransformasi menjadi unit layanan gizi masyarakat yang menyajikan makanan bergizi gratis, sekaligus mempertegas peran aktif Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia sebagaimana dijabarkan dalam Program Aksi Kementerian Tahun 2026.


