Lapas Piru Kembali Panen 60 Kacang Panjang, Wujudkan Pembinaan Kemandirian Dukung Ketahanan Pangan
Piru, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali melaksanakan panen kacang panjang di lahan pertanian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (2/9). Dari panen kali ini berhasil diperoleh sebanyak 60 ikat kacang panjang, yang menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan.
Kepala Lapas Piru, Dawa’i, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini merupakan wujud nyata dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan. “Pembinaan ini merupakan bagian dari upaya pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menumbuhkan kemandirian serta mewujudkan ketahanan pangan,” jelas Dawa’i.
Kepala Sub Seksi Keamanan, M. Imbran Slamat, yang turut mendampingi kegiatan menambahkan bahwa hasil panen kali ini sangat menggembirakan. “Ini merupakan panen ke-3 dan hasilnya meningkat signifikan dibanding dua panen sebelumnya. Dari 60 ikat kacang panjang yang diperoleh, sebagian besar dipasarkan kepada masyarakat, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan warga binaan,” terang Imbran.
Dengan hasil tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro turut menyampaikan apresiasi. Menurutnya, program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Piru ini menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan pasti bermanfaat bagi masyarakat. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan mampu memberikan kontribusi positif melalui pembinaan produktif yang berkelanjutan. Dengan bekal yang dimiliki, warga binaan dapat lebih siap untuk mandiri dan berkontribusi langsung dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ungkap Ricky.



