Lapas Namlea Kembangkan Pertanian Produktif, Panen Perdana Semangka Tembus 300 Kilogram
Namlea, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian. Kali ini, lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik Lapas berhasil memanen sekitar 300 kilogram semangka dari lahan seluas 1.200 meter persegi, Kamis (23/7/2026).
Panen dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, didampingi Kepala Subseksi Pembinaan Sofian Ahmad bersama jajaran petugas. Hasil panen tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan berbasis pertanian yang melibatkan warga binaan secara aktif.
Muhammad M. Marasabessy mengatakan, pengembangan komoditas buah dan sayuran di lahan SAE merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Keberhasilan panen ini merupakan hasil kerja keras warga binaan yang mengikuti program pembinaan dengan penuh semangat. Selain tanaman hortikultura, kami juga mengembangkan budidaya buah sebagai bagian dari klaster pertanian yang terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut selaras dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia berharap hasil pertanian dari Lapas Namlea tidak hanya memberikan manfaat bagi pembinaan warga binaan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta memberikan nilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, menjelaskan panen kali ini merupakan bagian dari panen kuartal ketiga tahun 2026 dengan target produksi sekitar satu ton semangka.
“Hari ini kami berhasil memanen sekitar 300 kilogram, sementara masih banyak buah yang siap dipetik dalam beberapa hari ke depan. Kami membudidayakan dua varietas semangka, yakni semangka berbiji dan tanpa biji,” jelasnya.
Hasil panen tersebut akan dipasarkan kepada masyarakat dan pengepul di sekitar Namlea. Pendapatan dari penjualan akan dimanfaatkan sebagai premi atau upah kerja bagi warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian, sementara sebagian lainnya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).



