Kecerdasan Emosional Jadi Kunci Jurnalis Tetap Profesional
Ambon, Salawaku– Psikolog asal Ambon, Herbethz Pattiruhu, menekankan pentingnya kecerdasan emosional bagi jurnalis dalam menjaga kualitas dan profesionalisme pemberitaan.
Hal itu disampaikan Herbethz saat menjadi narasumber dalam mini workshop “Emotional Intelligence: Menjadi Jurnalis Produktif dan Profesional” yang digelar dalam rangkaian LPS Media Meet Up Maluku 2026 di Ambon, Selasa (18/8/2026).
Menurut Herbethz, pekerjaan jurnalistik memiliki tuntutan dan tekanan tersendiri. Kondisi tersebut membuat kemampuan mengelola emosi menjadi penting agar jurnalis tetap mampu berpikir jernih dan bekerja secara profesional.
Ia menjelaskan, stres merupakan respons tubuh terhadap tuntutan maupun beban yang dihadapi seseorang. Karena itu, setiap individu perlu mengenali kondisi emosionalnya dan memiliki cara yang sehat untuk mengelolanya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan, kata Herbethz, antara lain melalui katarsis atau pelepasan emosi yang terpendam, relaksasi, serta afirmasi positif.
“Kemampuan mengelola emosi penting untuk menjaga kejernihan berpikir,” ujarnya.
Herbethz menilai, jurnalis yang mampu mengelola kondisi emosional dengan baik akan lebih mudah menghasilkan karya jurnalistik yang objektif, edukatif, akurat, dan berbasis data.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas pemberitaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencari dan mengolah informasi, tetapi juga kondisi psikologis jurnalis ketika menjalankan tugas.
Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai insan media merupakan mitra strategis dalam menjaga kepercayaan publik, terutama melalui penyampaian informasi mengenai sektor keuangan secara akurat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, LPS berharap sinergi dengan media semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas jurnalis dalam menghasilkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat.



