Kangkung Cabut Hidroponik Modifikasi Lapas Geser Sukses Diborong Masyarakat

Geser, Salawaku, Akselerasi program pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Geser dari sektor pertanian berhasil diwujudkan, hal ini dibuktikan dengan tingginya minat masyarakat yang memborong hasil panen sayuran kangkung cabut hasil modifikasi dengan metode hidroponik Lapas Geser, jum’at (21/11).

M. Yusuf Kilkoda selaku Pelaksana Harian Kasubsi Pembinaan mengatakan penjualan hasil panen turut mendukung program ketahanan pangan di Lapas Geser serta mampu menyediakan sayuran segar dan sehat bagi masyarakat sekitar. inisiatif ini berhasil menciptakan ekosistem saling menguntungkan yang sejalan dengan tujuan pemasyarakatan.

“Penjualan hasil panen ke masyarakat merupakan bagian dari program pemasyarakatan produktif untuk memberdayakan warga binaan, dimana manfaat ekonomi dari proses ini juga nantinya akan dirasakan warga binaan yang turut terlibat dalam psroses budidaya. Hasil penjualan ini jelas dapat meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan memberikan premi upah bagi warga binaan, serta mempererat sinergi antara Lapas dengan lingkungan sekitar,” jelas Yusuf.

Salah satu warga masyarakat, Fitria Lahmady, yang turut membeli hasil panen menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Geser di sektor pertanian, menurutnya program ini sangat penting dan mampu mengubah paradigma masyarakat tentang Lembaga Pemasyarakatan.

“Keberhasilan budidaya ini patut diapresiasi karena merupakan hasil dari kerja keras dan ketekunan pihak Lapas dalam menjalankan program pembinaan kepada warga binaan melalui sarana yang positif dan bermanfaat. Ini menjadi bukti nyata bahwa dibalik tembok tinggi Lapas nilai humanis dan inovatif terus diimplementasikan sehingga produk ketahanan pangan dapat dihasilkan dimana ini jelas mampu memberikan manfaat ganda baik bagi warga binaan dan juga masyarakat,” terangnya.

Sementara itu Kepala Lapas Geser, Mulyo Utomo mengatakan Kegiatan pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan di Lapas Geser merupakan perwujudan akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sekaligus menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan keterampilan efektif kepada warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah bebas.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa Lapas Geser tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan tetapi juga sebagai pusat pembelajaran produktif yang memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan Lapas dan masyarakat luas,” pungkas Utomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *