Wahai, Salawaku– Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Fifi Firda, memberikan penguatan tugas dan fungsi kepada seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di Aula Lapas Kelas III Wahai.
Dalam arahannya, Kabid Pelayanan dan Pembinaan menegaskan pentingnya peran dan tanggung jawab setiap petugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Ia menekankan agar seluruh jajaran senantiasa menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan, pengawasan, serta pengendalian situasi secara konsisten dan profesional.
Fifi Firda juga mengingatkan pentingnya penegakan disiplin, integritas, dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain itu, ia menegaskan penerapan SOP pada area steril, termasuk pelaksanaan penggeledahan terhadap pengunjung, pejabat, maupun staf Lapas Kelas III Wahai tanpa pengecualian.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Lapas Wahai turut diingatkan untuk mempersiapkan segala kebutuhan dalam rangka pelaksanaan Panen Raya yang direncanakan berlangsung pada bulan Januari mendatang. Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas juga menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi masing-masing petugas sesuai dengan jabatan dan unit kerja guna mewujudkan keseragaman pemahaman dalam pelaksanaan tugas pengamanan, pembinaan, dan pelayanan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penguatan yang diberikan oleh Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku. Ia menegaskan komitmennya bersama seluruh jajaran untuk menindaklanjuti arahan tersebut secara optimal.
“Penguatan tugas dan fungsi ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan disiplin dalam menjalankan tugas. Kami siap melaksanakan seluruh arahan pimpinan, termasuk penerapan SOP secara ketat dan persiapan kegiatan Panen Raya agar berjalan aman dan lancar,” ujar Tersih.
Lebih lanjut, Tersih Victor Noya menekankan pentingnya kekompakan dan kolaborasi antarpejabat serta seluruh pegawai Lapas Wahai. Menurutnya, sinergi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan dan pembinaan yang optimal kepada warga binaan.
Melalui penguatan tugas dan fungsi ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas III Wahai semakin solid dalam menjalankan tugas pemasyarakatan secara profesional, akuntabel, dan berintegritas, sejalan dengan kebijakan dan arahan pimpinan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Usai kegiatan penguatan tugas dan fungsi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan panen tomat dan sawi di lahan pertanian Lapas Kelas III Wahai. Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan serta bentuk nyata dukungan Lapas Wahai terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian yang dikelola di dalam lapas tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga sebagai sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan pertanian seperti panen tomat dan sawi ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan. Ini merupakan wujud komitmen Lapas Wahai dalam menyukseskan program pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan,” ujar Tersih.






