Ibadah Awal Tahun 2026, Lapas Saparua Perkuat Iman dan Pembinaan Kerohanian

Saparua, Salawaku– Kanwil Ditjenapas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua melaksanakan giat ibadah awal tahun 2026 yang berlangsung dengan khidmat dan tertib di Gereja Lapas Saparua. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi jemaat Gereja Lapas Saparua dalam mengawali tahun baru dengan penguatan iman dan pengharapan, Kamis (1/1/2026)

Ibadah awal tahun tersebut dipimpin oleh Pdt. Ny. M. Maitimu/P, S.Si, Theol dan diikuti oleh jemaat Gereja Lapas Saparua yang terdiri dari pegawai beserta keluarga serta warga binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar di bawah pengawasan petugas Lapas Saparua guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Dalam khotbahnya, Pdt. Ny. M. Maitimu membacakan tema mingguan “Berjalan Bersama Allah Yang Setia”. Ia menyampaikan bahwa tema tersebut mengajak jemaat untuk memulai tahun 2026 dengan keyakinan penuh kepada Tuhan. “Tahun yang baru hendaknya kita jalani dengan iman dan kesetiaan, karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia menyertai umat-Nya dalam setiap keadaan,” ucapnya.

Firman Tuhan yang disampaikan diambil dari Mazmur 121:1–8. Pendeta menegaskan bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan dan perlindungan sejati. “Tuhan tidak pernah tidur dan tidak pernah lalai menjaga umat-Nya. Ia menjaga setiap langkah hidup kita, masuk dan keluar, hari ini dan sepanjang tahun yang akan kita jalani,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa makna Mazmur 121:1–8 menjadi penguatan bagi jemaat di awal tahun, bahwa Tuhan akan menjaga kehidupan dari berbagai bahaya, kecelakaan, dan kejahatan. Perlindungan Tuhan diyakini akan menyertai umat-Nya sepanjang tahun 2026, sehingga setiap tantangan dapat dihadapi dengan iman dan keteguhan hati.

Kepala Lapas Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot menyampaikan bahwa kegiatan ibadah awal tahun merupakan bagian penting dari pembinaan kerohanian. “Ibadah ini menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi pegawai, keluarga, dan warga binaan, agar dapat memulai tahun 2026 dengan semangat yang positif dan penuh pengharapan,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan ibadah berlangsung aman dan tertib. “Kami memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan kondusif sebagai bentuk pemenuhan hak beribadah serta komitmen menciptakan lingkungan lapas yang humanis,” tambahnya.

Pelaksanaan ibadah awal tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi landasan spiritual bagi seluruh jemaat Gereja Lapas Saparua dalam menjalani aktivitas dan pembinaan sepanjang tahun, serta memperkuat komitmen Lapas Kelas III Saparua dalam melaksanakan tugas pemasyarakatan yang humanis, aman, dan berintegritas di bawah koordinasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *