Gubernur Maluku Sambangi Stand SMKN 6 Ambon, Inovasi Rempah Siswa Tuai Perhatian

Ambon, Salawaku — Semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi panggung bagi SMK Negeri 6 Ambon untuk menampilkan kreativitas dan inovasi siswa berbasis potensi lokal, Senin (4/6/2026).

Kepala sekolah, Eduard Luturmas, menjelaskan bahwa partisipasi sekolah dalam festival pendidikan, ekspo produk, hingga pameran teknologi dan kewirausahaan merupakan bagian dari upaya mendorong siswa agar mampu berinovasi sekaligus berdaya saing.

Salah satu yang menonjol menghadirkan tiga produk unggulan, yakni fresh care, minuman herbal, serta aneka kue cemilan. Produk-produk tersebut dibuat dari rempah khas Maluku seperti cengkeh, halia (jahe), terung sagu, serta berbagai bahan alami lainnya. Selain itu, siswa juga memamerkan produk kreatif seperti mug dan karya desain visual.

“Dari hasil penilaian dewan juri, kami bersyukur bisa masuk tiga besar tingkat provinsi. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus berinovasi,” ungkap Edward.

Momentum Hardiknas semakin istimewa saat Gubernur Maluku bersama Kapolda Maluku menyambangi stand SMKN 6 Ambon dan meninjau langsung aktivitas serta karya siswa di tiap jurusan. Bahkan, Gubernur sempat menjalani pemeriksaan tekanan darah oleh siswa jurusan keperawatan, yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Sebagai satu-satunya SMK negeri berbasis kesehatan di Ambon, SMKN 6 memiliki enam jurusan unggulan, yakni keperawatan, farmasi, teknologi laboratorium medik, desain komunikasi visual, akuntansi dan keuangan lembaga, serta pekerjaan sosial.

Setiap jurusan menampilkan keunggulannya masing-masing. Jurusan farmasi dan keperawatan menghadirkan produk jamu berbahan rempah lokal, teknologi laboratorium medik melayani pemeriksaan kesehatan seperti gula darah dan kolesterol, sementara pekerjaan sosial menampilkan tenun khas Tanimbar serta lilin aromaterapi berbahan minyak kayu putih. Di sisi lain, jurusan desain komunikasi visual memamerkan sablon kaos, mug, hingga pengelolaan teaching factory.

Tak hanya pameran, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program Polisi Mengajar sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan kepolisian. Program ini dinilai penting dalam membentuk karakter siswa melalui edukasi hukum dan pembinaan kedisiplinan.

Edward Luturmas menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak. Program seperti Polisi Mengajar ini sangat positif untuk membentuk karakter siswa,” ujarnya.

Ia berharap, semangat Hardiknas ini dapat terus mendorong inovasi dan kolaborasi, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *