Eksis di Dunia Otomotif, Warga Binaan Lapas Tual Buktikan Mampu Bersaing di Luar
Langgur, Salawaku- Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkarya melalui program pembinaan kemandirian di bidang otomotif. Kegiatan yang berpusat di bengkel kerja Lapas Tual ini nampak sibuk setiap harinya. Para warga binaan melakukan servis berkala hingga perbaikan mesin berat pada kendaraan milik masyarakat umum maupun kendaraan dinas, Rabu (25/02).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen nyata Lapas dalam menjalankan fungsi reintegrasi sosial. “Kami tidak hanya ingin mereka sekadar menjalani masa hukuman, tapi kami ingin mereka pulang membawa keahlian. Melalui bengkel kerja ini, mereka dilatih dengan standar yang sama dengan bengkel profesional di luar sana. Hasilnya bisa kita lihat, kualitas kerja mereka sudah diakui masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja, L. Laitera, menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan dilakukan secara sistematis. Mulai dari pemeliharaan rutin, sistem kelistrikan, hingga teknik bongkar pasang mesin.
“Para warga binaan yang bertugas di sini telah melalui seleksi dan pelatihan khusus. Kami memastikan setiap pengerjaan dipantau dengan ketat sehingga kualitasnya terjaga. Fokus kami adalah membangun etos kerja dan kedisiplinan, agar saat bebas nanti, mereka sudah siap membuka usaha sendiri atau bekerja di bengkel besar,” jelasnya.
Keunggulan hasil kerja warga binaan Lapas Tual pun mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Igan, salah seorang pelanggan yang rutin membawa sepeda motornya untuk diservis di bengkel Lapas, mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. “Awalnya saya ragu, tapi setelah mencoba servis di sini, ternyata hasilnya sangat memuaskan. Mekaniknya teliti, ramah, dan biayanya pun sangat kompetitif. Saya merasa tenang karena dikerjakan dengan profesional. Ini bukti bahwa mereka benar-benar sudah berubah dan punya kemampuan hebat,” ungkapnya.
Dengan semakin eksisnya bengkel kerja ini, Lapas Tual berhasil membuktikan bahwa proses pembinaan bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang produktif dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual setelah menghirup udara bebas.


