Deteksi Dini Risiko Penyakit, Lapas Piru Laksanakan Skrining Kesehatan bagi Tahanan Baru

- Editorial Team

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piru, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru laksanakan skrining kesehatan awal terhadap seorang Tahanan baru yang masuk setelah serah terima dari Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat, Kamis (8/1). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai prosedur wajib untuk memastikan kondisi kesehatan awal serta mendeteksi potensi risiko penyakit sejak dini.

Skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, kondisi fisik umum, serta wawancara singkat terkait riwayat kesehatan. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap penyakit menular dan gangguan kesehatan lainnya, termasuk kesehatan mental.

Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai standar pelayanan yang berlaku.

“Melalui pemeriksaan awal ini, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan tahanan baru sejak dini sehingga penanganan dapat segera diberikan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan,” jelas Suryani.

Baca juga :  Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan tahanan dalam keadaan baik.

“Hasil pemeriksaan hari ini tidak menemukan indikasi penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya. Meski demikian, pemantauan tetap akan dilakukan secara berkala,” ujarnya.

Kepala Subseksi Perawatan Lapas Piru, Williams Lelepary, menegaskan bahwa skrining kesehatan merupakan prosedur wajib bagi setiap Tahanan yang baru masuk.

“Pemeriksaan kesehatan berlaku bagi seluruh Tahanan baru sebagai bagian dari standar pelayanan, guna memastikan hak atas layanan kesehatan terpenuhi sejak awal,” tegasnya.

Baca juga :  Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Piru dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat dan aman.

“Pemeriksaan kesehatan awal adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit serta memastikan kondisi Warga Binaan terpantau dengan baik. Ini juga merupakan bentuk pemenuhan hak dasar Warga Binaan atas pelayanan kesehatan,” ungkap Hery.

Sebagai tindak lanjut, Tahanan baru ditempatkan di blok khusus untuk menjalani masa karantina selama 14 hari. Selain berfungsi sebagai isolasi medis, masa karantina juga dimanfaatkan sebagai periode orientasi untuk mengenal lingkungan, aturan, serta hak dan kewajiban selama menjalani masa penahanan.

Berita Terkait

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra
Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian
LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II
Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo
Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi
Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026
Konsistensi Pemberitaan, Humas Lapas Tual Raih Prestasi
Lapas Tual Raih Penghargaan Terbaik II Pengelolaan Anggaran Tingkat Kanwil Ditjenpas Maluku
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:52 WIT

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:40 WIT

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:38 WIT

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:35 WIT

Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:33 WIT

Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

Berita Terbaru

Daerah

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:40 WIT

Daerah

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:38 WIT