Cegah Kusta di Lingkungan Padat, Lapas Tual Gelar Penyuluhan Kesehatan Intensif
Langgur, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya kusta, di lingkungan padat hunian. Kegiatan penyuluhan kesehatan bagi warga binaan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap potensi risiko penularan di ruang terbatas, sekaligus memastikan hak kesehatan narapidana terpenuhi. Senin (15/12)
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan komitmen institusi dalam menjaga kesehatan seluruh penghuni Lapas. “Kesehatan menjadi prioritas utama di Lapas Tual. Dengan lingkungan yang bersih dan warga binaan yang teredukasi, kita dapat mencegah penyebaran penyakit menular secara efektif,” tegas Nurchalis.
Dokter Lapas Tual, dr. Eka Pratiwi, menekankan seriusnya ancaman kusta jika tidak ditangani dengan cepat. “Lingkungan lapas yang bersifat komunal dan padat hunian secara inheren memiliki faktor risiko penularan yang lebih tinggi dibanding masyarakat umum, Melalui penyuluhan ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan memahami gejala awal, seperti bercak putih yang mati rasa atau penebalan saraf, sehingga deteksi dini dapat dilakukan. Kusta bisa disembuhkan total jika diobati sejak dini,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa manajemen Lapas Tual telah mengimplementasikan protokol kesehatan ketat, termasuk sanitasi lingkungan yang terjaga dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengidentifikasi kasus baru secepat mungkin.
Di sisi lain, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Keneth Huwae, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari program pembinaan secara keseluruhan. “Pencegahan penyakit adalah bagian dari pembinaan fisik dan mental warga binaan. Warga binaan yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menjalani proses reintegrasi sosial setelah bebas nanti,” jelasnya.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan Lapas Tual dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi seluruh penghuninya.


