Menu

Mode Gelap
Tokoh Lintas Iman di Maluku Deklarasi Damai Umat Beragama Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon Band Etnik Reggae Asal Ambon Tampil Di Korea Pemprov Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, Lowongan Honorer Tualeka Resmi Dilantik Pimpin IDI Wilayah Maluku

Budaya · 4 Des 2022 15:47 WIT ·

Cegah Kepunahan, Kantor Bahasa Maluku Melakukan Revitalisasi Tiga Bahasa Daerah


 Cegah Kepunahan, Kantor Bahasa Maluku Melakukan Revitalisasi Tiga Bahasa Daerah Perbesar

AMBON, SALAWAKU- Kantor bahasa Provinsi Maluku melakukan revitalisasi tiga bahasa daerah guna mencegah kepunahan bahasa. Tiga bahasa daerah yang direvitalisasi yaitu Maluku Tenggara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Tiga bahasa daerah yang direvitalisasi yakni Kabupaten Maluku Tenggara dengan bahasa Kei, Kabupaten Buru dengan bahasa Buru, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan bahasa Yamdena,” kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Syahril, di Ambon, Sabtu (3/12/2022).

Dia mengaku, jika Provinsi Maluku memiliki karakteristik model C, dengan ciri-ciri diantaranya, daya hidup bahasanya tergolong dal kategori mengalami kemunduran, terancam punah, atau kritis. Selain itu, jumlah penuturannya sedikit dan sebaran wilayah tuturnya terbatas.

Dia mengatakan, jika implementasi yang diharapkan dari karakteristik model C ini merupakan suatu bentuk yang dapat diterapkan pada dua basis revitalisasi, yakni komunitas, dan keluarga atau individu.

Namun, Kantor Bahasa Provinsi Maluku, kata dia, dalam implementasi Revitalisasi Bahasa Daerah menerapkan pada basis sekolah.

“Adapun total sekolah yang merupakan target pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah di tiga kabupaten adalah 98 sekolah,” kaa Syahril.

Ia menyatakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Ke-17 yang bertajuk revitalisasi bahasa daerah pada 22 Februari 2022. Revitalisasi yang diusung Kemendikbudristek merupakan pendekatan baru untuk revitalisasi bahasa daerah di Indonesia, dimana tahun 2022 terdapat 39 bahasa daerah yang direvitalisasi di 13 provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Maluku.

Ia menjelaskan, dalam melaksanakan program revitalisasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, memperhatikan karakteristik daerah masing-masing dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan, seperti keluarga, guru, maestro, dan pegiat pelindung bahasa dan sastra daerah.

“Hal tersebut dilakukan agar revitalisasi bahasa yang dilakukan tepat sasaran, setidaknya ada tiga model revitalisasi yang masing-masing memiliki karakteristik dalam praktiknya, yakni model A, B, dan model C,” ujarnya.

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Warga Pinang Putih Buat Perayaan Nabi Secara Meriah

9 Oktober 2022 - 11:31 WIT

Mandi Safar, Tradisi Unik di Maluku yang Dipercaya Bisa Bersihkan Penyakit

22 September 2022 - 17:41 WIT

Pawai Akbar Ta’aruf, Meriahkan Tahun Baru Islam di Kota Ambon

30 Juli 2022 - 15:48 WIT

Pawai Akbar Ta'aruf, Meriahkan Tahun Baru Islam di Kota Ambon

Makan Durian Bersama 5 Makanan ini, Nyawa Bisa Melayang

24 Juni 2022 - 10:51 WIT

Diduga Disembunyikan Makhluk Halus, Polisi di Seith Sempat Hilang saat Malam Takbiran

4 Mei 2022 - 18:32 WIT

5 Hal Mistis di Maluku yang Dipercaya Masih Eksis

2 Oktober 2021 - 09:37 WIT

Trending di Budaya