Lapas Wahai Bagikan Premi Akhir Semester secara Nontunai bagi Warga Binaan

Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali catatkan langkah progresif dalam program pembinaan kemandirian. Sebagai apresiasi di pengujung semester, Lapas Wahai bagikan premi kepada lima Warga Binaan yang tekun dan aktif selama menjalani masa pidana melalui program kemandirian, Selasa (30/6).

Bertempat di Aula Lapas, ​pembagian premi bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi pemenuhan hak narapidana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Melalui program pembinaan seperti pembuatan kerajinan tangan produk unggulan dan pengelolaan lahan pertanian ketahanan pangan, Warga Binaan diberikan ruang untuk tetap produktif.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyatakan pemberian premi memberi dampak ekonomi langsung dan meningkatkan kesejahteraan Warga Binaan. “Kami ingin memastikan mereka tetap merasa dihargai, memiliki keterampilan yang mumpuni, serta termotivasi untuk terus berkelakuan positif agar siap berkarya dan mandiri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Penyaluran premi tersebut dilakukan secara transparan dan aman. Untuk mendukung edukasi finansial, Lapas Wahai menyalurkan premi tersebut secara nontunai yang langsung disimpan ke rekening tabungan pribadi masing-masing Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial WK bersyukur atas perhatian yang diberikan pihak Lapas. “Saya sangat senang mendapat hasil keringat dari belajar bertani. Ini menambah tabungan saya untuk kebutuhan ekonomi keluarga, dan persiapan saat bebas nanti,” tuturnya.

Senada, Warga Binaan berinisial AD juga memberikan tanggapannya. “Saya senang sekali mendapatkan premi dari hasil membuat kerajinan yang bisa langsung masuk ke tabungan,” ungkapnya.

Langkah humanis ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. “Pembagian premi secara nontunai ini sangat luar biasa. Selain menjamin transparansi, juga melatih Warga Binaan untuk melek finansial. Saya berharap program pembinaan kemandirian seperti ini terus konsisten dijalankan dan ditingkatkan kualitasnya,” harapnya.

Tabungan hasil kerja keras di Lapas ini diproyeksikan menjadi bekal berharga yang bisa dibawa pulang oleh Warga Binaan, khususnya bagi mereka yang telah memenuhi syarat untuk kembali berkumpul dengan keluarga. Melalui pemberian premi secara berkala, Lapas Wahai membuktikan fungsi Pemasyarakatan saat ini telah bertransformasi menjadi sarana edukasi, pembekalan keterampilan, dan reintegrasi sosial yang holistik.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *