Peringati Hari Lahir Pancasila, Lapas Wahai dan Koramil Gelar Razia Gabungan
Wahai, Salawaku – Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai untuk perkuat keamanan dan ketertiban (kamtib) melalui razia gabungan di blok hunian Warga Binaan bersama personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-05 Wahai, Senin (1/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut merupakan langkah deteksi dini sekaligus wujud komitmen bersama ciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang.
Kepala Lapas Wahai melalui Pelaksana Harian, La Joi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata. Sinergi antara Lapas Wahai dan rekan-rekan TNI dari Koramil 1502-05 hari ini adalah wujud konkret sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkungan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Babinsa Wahai, Sersan Kepala (Serka) Hamim Baadia, mengatakan kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini yang dilakukan Lapas Wahai.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata gotong royong antarinstansi. Kami dari TNI mendukung langkah deteksi dini yang diinisiasi oleh Lapas Wahai. Momentum Pancasila ini mempertegas bahwa melalui kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan tertib,” tegas Hamim.
Razia gabungan yang berlangsung secara humanis namun tetap tegas itu dipimpin Kepala Subseksi Kamtib, Usman Bakri, bersama tim penggeledahan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan Pemasyarakatan.
“Pancasila mengajarkan kita tentang gotong royong dan persatuan. Hari ini semangat itu kami implementasikan melalui kerja sama dengan Koramil Wahai. Menjaga kondusivitas Lapas merupakan tanggung jawab bersama demi mendukung proses pembinaan Warga Binaan,” ujar Usman.
Petugas gabungan sisir setiap kamar hunian secara teliti, mulai dari pemeriksaan badan, tempat tidur, hingga berbagai sudut ruangan yang berpotensi jadi tempat penyimpanan barang terlarang.
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan barang terlarang kategori berat seperti narkoba, telepon seluler, maupun senjata tajam. Petugas hanya mengamankan satu buah korek api gas yang kemudian disita karena berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Hasil tersebut menunjukkan efektivitas pengawasan serta kepatuhan Warga Binaan terhadap tata tertib yang berlaku.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah jajaran Lapas Wahai maknai Hari Lahir Pancasila melalui kegiatan yang berdampak langsung terhadap keamanan lingkungan Pemasyarakatan.
“Sinergi antara Lapas dan Koramil patut diapresiasi. Kondisi blok hunian yang aman, tertib, serta bebas dari narkoba dan telepon seluler menunjukkan proses pembinaan dan pengawasan berjalan dengan baik,” puji Ricky.


