Hadiri Pelantikan Raja Siri Sori Islam, Lapas Saparua Dukung Pelestarian Budaya Adat

Saparua, Salawaku–  Kanwil Ditjenpas Maluku, Kepala Urusan Tata Usaha Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua, M. Akip Marasabessy, menghadiri prosesi pelantikan dan pengukuhan Syarifudin Pattisahusiwa sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam prosesi pemerintahan dan adat yang berlangsung khidmat di Negeri Siri Sori Islam, Sabtu (23/05/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, Anggota DPD RI Bisri Latuconsina, sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah di Maluku, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa, para raja, saniri negeri di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan raja bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga bagian dari menjaga warisan budaya dan adat masyarakat Maluku, “Hari ini kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara napas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyampaikan ucapan selamat kepada Raja Negeri Siri Sori Islam yang baru dilantik dan berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan pribadi, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Syarifudin Pattisahusiwa atas pelantikannya sebagai Upulatu Negeri Siri Sori Islam. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kebijaksanaan, dan cinta yang tulus kepada masyarakat,” ucapnya.

Bupati juga menyoroti tingginya antusias masyarakat Siri Sori Islam yang datang dari berbagai daerah hingga luar negeri untuk menyaksikan langsung prosesi pelantikan tersebut, “Saya yakin banyak anak-anak negeri yang meninggalkan pekerjaan dan kesibukan mereka hanya untuk pulang menyaksikan sejarah ini. Mereka pulang karena cinta kepada tanah kelahiran,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi adat penjemputan Raja Negeri Siri Sori Islam dari rumah adat menuju rumah raja yang diiringi Kora-kora, yakni tarian tradisional menggunakan perahu. Suasana adat semakin terasa dengan lantunan nyanyian tradisional dan antusias masyarakat yang memadati jalannya prosesi.

Setelah prosesi penjemputan raja, kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan para tamu undangan dan pimpinan daerah, di antaranya Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, Bupati Maluku Tengah, jajaran Forkopimda, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan iringan nyanyian tradisional sebelum seluruh tamu undangan kembali diiringi Kora-kora menuju rumah raja untuk mengikuti prosesi pelantikan secara pemerintahan.

Pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam selanjutnya dilaksanakan secara pemerintahan oleh Bupati Maluku Tengah sebagai bentuk pengesahan kepemimpinan secara administratif.

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan pelantikan secara adat yang berlangsung sakral melalui iringan tarian tradisional, ritual adat, serta penghormatan terhadap nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Siri Sori Islam.

Kehadiran Lapas Saparua dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, penguatan sinergitas antarlembaga, serta upaya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam memperkuat persatuan serta nilai-nilai adat di Kabupaten Maluku Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *