Persalinan Pertama Farisa Ditanggung BPJS Kesehatan, Akui Layanan Cepat dan Nyaman
Ambon, Salawaku— Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kali ini, Farisa Shorea Kutty (30), peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), mengaku sangat terbantu saat menjalani proses persalinan anak pertamanya menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Farisa menceritakan, dirinya sempat mengalami proses persalinan yang cukup menegangkan karena harus menunggu selama sekitar tujuh jam dan mendapatkan tindakan induksi. Bahkan, dokter sempat menyarankan operasi caesar lantaran belum ada perkembangan kondisi persalinan.
Namun beberapa jam kemudian, Farisa akhirnya berhasil melahirkan putra pertamanya secara normal.
“Selama proses menunggu tentu ada rasa cemas, tetapi petugas medis sangat responsif dan sigap memeriksa kondisi saya. Kebersihan dan kenyamanan ruangan juga membuat saya merasa lebih tenang,” ujar Farisa.
Ia mengaku tidak mengalami diskriminasi pelayanan selama menggunakan BPJS Kesehatan. Sebaliknya, Farisa merasakan kemudahan administrasi, terutama melalui penggunaan aplikasi Mobile JKN.
Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantu peserta karena menyediakan KIS Digital yang dapat digunakan saat mengakses layanan kesehatan tanpa harus membawa banyak dokumen.
“Sekarang semuanya lebih praktis. Cukup lewat Mobile JKN, seluruh data bisa diakses dalam satu genggaman. Ini sangat membantu, apalagi saat persiapan melahirkan,” katanya.
Farisa juga mengaku kagum karena seluruh proses persalinan, mulai dari administrasi, pelayanan medis hingga obat-obatan, ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN tanpa biaya tambahan.
Karena telah merasakan langsung manfaat Program JKN, Farisa mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta JKN serta memastikan status kepesertaan tetap aktif.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Karena itu saya berharap semua orang bisa menjadi peserta JKN dan memastikan kepesertaannya tetap aktif agar bisa digunakan saat dibutuhkan,” pungkasnya.


