Lapas Tual Membara: Bengkel Kerja Percetakan Mulai Beroperasi, Orderan Membludak
Langgur, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku menunjukkan wajah baru sebagai pusat produktivitas. Baru saja resmi mengoperasikan unit bisnis percetakannya, bengkel kerja Lapas Tual langsung “kebanjiran” pesanan dari berbagai instansi maupun masyarakat umum, Rabu (18/2/2026).
Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar memiliki keahlian konkret sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Meski baru seumur jagung, unit percetakan ini sudah menunjukkan performa yang kompetitif. Kualitas cetakan yang dihasilkan dinilai tidak kalah dengan percetakan komersial di luar Lapas. Beberapa poin utama dari operasional ini meliputi: Mulai dari cetak spanduk, baliho, kartu nama, hingga pembuatan stempel dan penjilidan buku, Menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi instansi pemerintah dan UMKM lokal di Maluku Tenggara dan Kota Tual, Para warga binaan terlibat langsung dalam proses desain grafis hingga operasional mesin cetak di bawah pengawasan petugas.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyatakan bahwa tingginya minat pemesan merupakan bukti kepercayaan publik terhadap produk karya warga binaan. “Kami awalnya memulai untuk kebutuhan internal, namun melihat kualitasnya, banyak pihak luar yang mulai melirik. Saat ini, antrean orderan terus mengalir,” ujar Nurchalis.
Penerimaan dari pasar ini memberikan suntikan semangat bagi para warga binaan. Selain mendapatkan keterampilan teknis, mereka juga mendapatkan premi (upah kerja) yang dapat ditabung sebagai bekal saat bebas nanti.
Ricky Dwi Biantoro, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, berharap dengan kehadiran unit percetakan ini diharapkan dapat mengubah stigma negatif masyarakat terhadap Lapas, membuktikan bahwa di balik jeruji besi, kreativitas dan produktivitas tetap bisa bertumbuh pesat.


