Pegadaian Area Maluku Bukukan Omset Rp3,34 Triliun, Minat Investasi Emas Terus Meningkat

Ambon, Salawaku — Tingkat kepercayaan masyarakat Maluku terhadap PT Pegadaian terus menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun 2026, Pegadaian Area Maluku berhasil membukukan omset seluruh produk sebesar Rp3,34 triliun dengan jumlah nasabah aktif mencapai 177.128 orang.

Capaian tersebut disampaikan Pemimpin Wilayah VI Makassar PT Pegadaian, Pratikno, yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, didampingi Deputi Bisnis Area Ambon, Hardsal Rahman, dalam kegiatan Media Gathering Pegadaian di The Gade Coffee and Gold Ambon, Kamis (5/2/2026) sore.

Pratikno menjelaskan, selain pertumbuhan omset, kinerja produk berbasis emas di Area Maluku juga menunjukkan peningkatan signifikan. Saldo Tabungan Emas tercatat mencapai 71.435 gram dengan 30.370 rekening aktif, sementara deposito emas berada di angka 10.329 gram.

“Kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian terus meningkat. Ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kualitas layanan agar kepercayaan tersebut tetap terjaga dan semakin berkembang,” ujar Pratikno.

Produk Cicil Emas (Cilem) turut mencatatkan kinerja positif dengan omset sebesar Rp133,22 miliar atau setara 72.015 gram emas. Seluruh lini bisnis Pegadaian, mulai dari layanan Gadai (Gade), produk bullion, emas digital, tabungan emas, hingga deposito emas, mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun 2024.

Menurut Pratikno, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya literasi keuangan dan kepercayaan masyarakat dari berbagai lapisan terhadap produk Pegadaian, khususnya instrumen investasi berbasis emas.

Memasuki tahun 2026, Pegadaian optimistis masyarakat semakin menjadikan emas sebagai pilihan menabung dan investasi jangka panjang.

“Emas merupakan instrumen investasi yang aman, memiliki nilai tambah, dan terbukti memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Ini yang terus kami dorong agar masyarakat semakin familiar dan percaya,” jelasnya.

Dengan tren positif tersebut, Pegadaian optimistis peran emas sebagai instrumen keuangan inklusif akan semakin kuat, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Maluku.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *