Tiga Prioritas Jasa Raharja di 2026: Tekan Kecelakaan, Percepat Santunan, Dongkrak Kepatuhan Pajak
Ambon, Salawaku- Memasuki tahun 2026, PT Jasa Raharja menetapkan tiga agenda strategis yang menjadi fokus utama bersama seluruh pemangku kepentingan. Ketiga agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Maluku, Erwin Setia Negara, menyebutkan bahwa prioritas pertama adalah peningkatan keselamatan transportasi guna menurunkan angka kecelakaan dan tingkat fatalitas di jalan raya.
Prioritas kedua, kata Erwin, adalah percepatan pelayanan santunan agar korban kecelakaan memperoleh kepastian jaminan secara cepat dan tepat waktu.
Sementara prioritas ketiga menyangkut peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) serta Pajak Kendaraan Bermotor sebagai dasar keberlanjutan program perlindungan dan pelayanan publik.
Untuk mendukung capaian tersebut, Jasa Raharja mendorong optimalisasi digitalisasi layanan Samsat melalui E-Samsat dan berbagai aplikasi digital. Langkah ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.
“Masyarakat tidak perlu lagi mengantre. Cukup menggunakan aplikasi di handphone, pembayaran bisa dilakukan dari mana saja, bahkan di luar Maluku dan di luar jam layanan,” ujar Erwin.
Pajak Kembali ke Rakyat
Erwin menegaskan, pajak kendaraan bermotor dan sumbangan wajib yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali dalam bentuk santunan kecelakaan dan pembangunan daerah. Terlebih dengan penerapan kebijakan opsen pajak, porsi pendapatan yang diterima kabupaten/kota kini lebih besar dibandingkan provinsi.
“Kepatuhan pajak sangat menentukan. Jika tingkat kepatuhan tinggi, Maluku tidak perlu terlalu bergantung pada transfer dana pusat karena daerah mampu membiayai pembangunannya sendiri,” tegasnya.
Ambon Dominan, Daerah Lain Ikut Naik
Terkait data klaim kecelakaan, Kota Ambon masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan tingkat mobilitas yang relatif lebih tinggi dibanding daerah lain di Maluku.
Meski demikian, Erwin mencatat adanya peningkatan klaim kecelakaan di beberapa wilayah lain sepanjang tahun 2025.
“Bula dan Masohi menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan tahun lalu,” pungkasnya.


