Ini Harapan Raja Negeri Pelauw di Peresmian Tugu Bola Legen 1996 PS Mega Mendung
Pelauw,Salawaku – Sejarah sepak bola Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, kembali diukir dengan pengabdian yang manis. Tugu “Bola Legen 1996” yang didedikasikan untuk perjalanan tim PS (Persatuan Sepakbola) Mega Mendung resmi berdiri megah, diresmikan langsung oleh Upu Latu Nusa Barakate (Raja Negeri Pelauw) Bapak R.H Latuconsina.
Peresmian tugu yang berlokasi di Negeri Pelauw ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh tokoh pemuda serta masyarakat pencinta bola Pelauw. Acara ini juga turut dimeriahkan oleh kehadiran delegasi dari Warga Porkev, Negeri Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Tugu ini bukan sekadar monumen, melainkan simbol perjuangan, persatuan, dan nostalgia kejayaan sepak bola Negeri Pelauw di masa lalu.
PS Mega Mendung era 1990-an, khususnya tahun 1996, dikenal sebagai tim yang tangguh dan menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Pelauw. Mereka kerap menjadi pesaing kuat dalam berbagai kompetisi sepak bola antar Negeri di Maluku.
Dalam sambutannya, R.H Latuconsina , menyampaikan beberapa harapan mendalam terkait peresmian tugu bersejarah ini yaitu :
1.Sebagai ajang simbol yang memperindah wilayah Mega Mendung khususnya dan Negeri Pelauw pada umumnya.
2.Bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk bekerja keras berlatih dan mengembangkan minat serta bakat dalam hal olahraga khususnya persepakbolaan.
3.Tugu ini menjadi pengingat kepada kita mengenai tingginya arti sebuah sportivitas bukan saja dalam sebuah pertandingan atau turnamen antara satu tim dengan tim yang lain tapi juga sportivitas dalam kehidupan sehari-hari sehingga dengan adanya sportivitas itu kita dapat saling menghargai, saling menghormati dan menghargai nilai-nilai kekeluargaan.
4.Dengan diresmikannya Tugu ini secara kebetulan saudara-saudara kita dari Negeri Luhu yang datang berkunjung ke Negeri Pelauw, maka dengan persemian ini merupakan suatu simbol kekeluargaan, simbol hubungan baik dan simbol terpeliharanya hubungan silaturahmi antara basudara-basudara dari Luhu dengan Basudara-basudara di Mega Mendung khususnya.
Dengan berdirinya Tugu Bola Legen 1996, harapan besar tertumpu pada generasi sekarang untuk melanjutkan estafet kejayaan. Seperti pesan Bapak R.H Latuconsina: “Biarlah tugu ini bukan hanya tentang kenangan, tapi tentang masa depan sepak bola Negeri Pelauw yang lebih gemilang.”


