Namlea, Salawaku – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea makin menunjukkan minatnya dalam menumbuhkembangkan pengetahuan dan wawasannya dengan membaca buku di perpustakaan Lapas, Selasa (13/1). Kegiatan membaca ini sudah menjadi rutinitas harian warga binaan dalam mengisi waktu luangnya dengan tetap mendapatkan pengawasan dari petugas.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin menyampaikan setiap warga binaan diwajibkan mengikuti kegiatan-kegiatan pembianaan yang dijalankan di Lapas termasuk pembinaan literasi yang digelar di perpustakaan.
“Kita sudah menyusun jadwal bagi warga binaan dari tiap tiap blok yang akan mendapatkan giliran membaca di perpustakaan. Kami pastikan setiap hari tempat ini terisi dan dimanfaatkan warga binaan untuk membaca,” kata Mustafa.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme warga binaan terlihat dari beberapa di antaranya yang telah menamatkan sejumlah buku bacaan. “Kami menyediakan berbagai koleksi buku dengan topik-topik menarik, sehingga warga binaan merasa tertarik dan termotivasi untuk membaca,” tambahnya.
Penyediaan perpustakaan bagi warga binaan merupakan upaya Lapas Namlea yang memiliki segudang manfaat diantaranya fungsi edukatif, fungsi pembinaan kepribadian, fungsi rekreatif, dan informatif.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy mengatakan perpustakaan merupakan ruang ilmu yang berperan sebagai sarana belajar dan pengembangan wawasan untuk warga binaan. Hal ini merupakan salah satu hak yang wajib dirasakan warga binaan agar diberikan akses dalam mendapatkan pendidikan dan mendapatkan informasi meskipun di tempat terbatas.
“Lapas bukan semata-mata tempat untuk menghukum, tetapi tempat untuk membina warga binaan, baik dari aspek kepribadian maupun kemandirian. Melalui perpustakaan, kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan agar tidak tertinggal dari perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan,” tuturnya.






