Tingkatkan Efisiensi Budidaya Ikan Nila, Lapas Namlea Terapkan Metode Bioflok

- Editorial Team

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namlea, Salawaku – Budidaya Ikan Nila yang dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus berkembang dan produktif. Budidaya Ikan yang saat ini mencapai jumlah 3000 ekor tersebut diberikan perawatan khusus dan metode-metode efektif untuk menunjang pertumbuhan populasi ikan. Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan menerapkan metode bioflok yakni teknik memanfaatkan mikroorganisme sebagai pakan alami.

Metode tersebut kembali diterapkan Lapas Namlea pada salah satu kolam bioflok yang berisi 1000 anakan Ikan Nila, Selasa (31/12), dengan menggunakan bahan dasar garam kasar dan Molase atau gula tebu.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menjelaskan bahwa penerapan metode bioflok dilakukan setelah kegiatan pembersihan kolam serta proses grading terhadap anakan ikan dan ikan dewasa.

Baca juga :  Lapas Wahai Raih Penghargaan UPT Terbaik I Kehumasan Tingkat Kanwil Ditjenpas Maluku

“Kami kembali melakukan pemberian bioflok pada ikan nila yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ikan. Metode ini juga sangat efisien karena mampu menghemat penggunaan pakan,” ujar Marasabessy saat meninjau langsung kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, budidaya ikan nila ini dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Selain itu, keberlanjutan program budidaya ini juga menjadi bentuk dukungan Lapas Namlea terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor perikanan.

Baca juga :  Warga Binaan Lapas Wahai Panen Tomat Segar

“Kami terus menjaga keberlangsungan budidaya ini agar berjalan secara optimal. Hasil panen nantinya akan dipasarkan di pasar lokal untuk membantu menunjang ketersediaan pangan masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menyampaikan bahwa dari total 3.000 ekor ikan nila yang dibudidayakan, sebanyak 200 ekor telah memasuki masa panen.

“Proses grading telah dilakukan terhadap ikan yang siap dipanen karena ukurannya sudah layak untuk dipasarkan. Sementara ribuan ekor lainnya masih dalam tahap pertumbuhan dan diperkirakan akan siap panen dalam beberapa bulan ke depan,” jelas Mustafa.

Berita Terkait

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra
Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian
LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II
Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo
Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi
Kalapas Tual Ikut Penyusunan Target Kinerja dan Program Aksi Tahun 2026
Konsistensi Pemberitaan, Humas Lapas Tual Raih Prestasi
Lapas Tual Raih Penghargaan Terbaik II Pengelolaan Anggaran Tingkat Kanwil Ditjenpas Maluku
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:52 WIT

Lapas Tual Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Lewat Sinergi Bersama Kemenag Malra

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:40 WIT

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:38 WIT

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:35 WIT

Lapas Geser Dorong Produktivitas Warga Binaan Lewat Olahan Ikan Asin Balobo

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:33 WIT

Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

Berita Terbaru

Daerah

Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Piru Rutin Geledah Blok Hunian

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:40 WIT

Daerah

LPKA Ambon Raih Penghargaan Humas Terbaik II

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:38 WIT