Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai panen sayur hasil budidaya Warga Binaan di lahan Perumahan Dinas Lapas Wahai, Sabtu (27/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Panen tersebut melibatkan tim dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku. Panen ini sekaligus merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan melalui program asimilasi dan edukasi pertanian di lingkungan Lapas.
Adapun komoditas yang dipanen yaitu 34,5 kilogram sawi sakata, 3 kilogram tomat, dan 1,5 kilogram cabai. Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas Wahai, sekaligus dipasarkan kepada masyarakat sekitar, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi dari program pembinaan yang dijalankan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa kegiatan panen merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa program pertanian tidak berhenti pada satu kali panen, melainkan terus dikembangkan agar produksi dapat berkelanjutan.
“Panen ini adalah bukti bahwa proses pembinaan berjalan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk mandiri secara ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” kata Tersih.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku, Fifi Firda, mengapresiasi konsistensi Lapas Wahai dalam mengembangkan program kemandirian Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.
“Kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam pemberdayaan Warga Binaan agar menjadi pribadi yang produktif dan memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujar Fifi.
Salah satu Warga Binaan, WK, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian sejak tahap pembibitan hingga panen. Ia menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman dan motivasi positif selama menjalani masa pembinaan.
“Kami merasa senang karena bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan bekerja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai terus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri Warga Binaan agar mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Program pembinaan kemandirian tersebut juga sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan, yakni mempersiapkan Warga Binaan agar dapat diterima kembali di tengah masyarakat dan berperan aktif dalam pembangunan.






