Ambon, Salawaku– Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, Kamis (22/5/2025) dibawah kepemimpinan MAS Latuconsina resmi dilantik.
Pelantikan dan pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman berlangsung dilantai VII Kantor Gubernur Maluku.
Proses pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera KONI dan penyamatan PIN oleh ketua Umum KONI.
Dalam pelantikan ini hadir langsung Wakil Ketua KONI II Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, Staf Ahli Ketum KONI Pusat bidang komunikasi publik Dr Aqua Dwipayana, Wakabid Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra, Kasetum KONI Pusat Suparyanto dan ADC Ketum KONI, Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, forkopimda Maluku dan yang mewakili, Walikota Ambkn, Sekda Maluku Sadali Ie dan pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, pengurus cabor dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan pelantikan ini menorehkan lembaran sejarah baru, dan sekaligus merupakan “entry point” untuk membangun, sekaligus menggairahkan iklim keolahragaan di provinsi maluku yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi pada level regional, nasional, maupun internasional.
Diakuinya, pada dekade terakhir, prestasi olahraga maluku menunjukan capaian prestasi yang cendrung menurun dari tahun ke tahun, hal ini dapat dilihat dari perolehan mendali pada pon ke XIX di Jawa Barat memposisikan provinsi Maluku berada pada peringkat ke 20 dari 34 provinsi dan turun menjadi peringkat 31 dari 38 provinsi pada pon ke XXI tahun 2024 di provinsi aceh dan sumatera utara.
“Situasi dan kondisi ini menurut hemat saya perlu segera dibenahi, mulai dari pengelolaan manajemen sampai pada pola pembinaan serta sinkronisasi program hinggah dilakukannya evaluasi secara menyeluruh. Saya ingin mengatakan bahwa kita semua, apapun posisi dan tanggung jawab kita, hendaknya memiliki peran dan kontribusi yang signifikan agar arumbai koni maluku ini dapat berlayar ke arah dan tujuan yang sama-sama kita dambakan. Saya berharap agar saudara-saudara yang telah bersedia menjadi anggota pengurus koni provinsi maluku, rela berkorban dalam rangka membenahi roda organisasi ini secara baik dan professional,” tandas Gubernur.
Dengan demikian, untuk dapat menghasilkan yang terbaik bagi masa depan para atlet, maka tugas utama dari pengurus koni maupun kita semua adalah memberikan pelayanan dan pengabdian yang terbaik pula.
Sebagaimana filosofi bahwa “rumput tidak akan bertambah panjang dengan terus menariknya” artinya pembinaan tidak dapat dilakukan secara dadakan tetapi harus dilakukan secara terprogram, teratur, berjenjang dan berkesinambungan. Disertai dengan rencana aksi berorientasi pada peningkatan prestasi atlet yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah.
“atlet” selain sebagai ujung tombak; tetapi juga sebagai mata pedang yang setiap saat perlu mendapat perhatian untuk diasah, dipoles dan difasilitasi, sehingga mampu memiliki ketajaman dalam menciptakan prestasi gemilang. Tentunya semua ini tidak terlepas dari dukungan berbagai komponen, anggaran, logistik, maupun hal-hal lainnya.
Olehnya itu, untuk mewujudkan persyaratan kesungguhan yang semua ini, tentunya dibutuhkan adalah dan kerjasama, baik antar pengurus, antar pengurus dengan pelatih, maupun antar pengurus, pelatih dan atlet yang dibina.
“Saya berharap pengurus koni maluku yang baru dapat segera bangkit dari keterpurukan. Bangkit menyiapkan sebuah program yang tidak terlalu muluk-muluk namun praktis, kongkrit, relevan, dan dapat dijangkau, demi menghasilkan altet yang berprestasi,” harapnya.
Gubernur juga menegaskan, guna mewujudkan tranformasi menuju maluku yang maju adil dan sejahterah menyongsong indonesia emas 2045, saya ingin menyampaikan pesan dan harapan serta langkah-langkah strategis yang perlu dulaksanakan oleh pengurus koni provinsi maluku periode 2025-2029, antara lain:
1. Membuat kalender event olahraga yang jelas dan terukur tentang program kerja dan program pembinaan, baik terhadap anggota, atlet, maupun koni sendiri;
2. Singkronisasi program dengan koni kabupaten/kota sebagai akumulasi pembinaan olahraga prestasi di daerah.
3. Menawarkan rencana pembinaan atlet inti dan atlet lapis i dari cabang olahraga unggulan, kepada seluruh koni kabupaten/kota agar memilih salah satu cabor untuk dibina, dibiayai dan ditingkatkan prestasinya.
4. Persiapan penyelenggaraan popmal v tahun 2026 secara baik dengan prinsip-prinsip manajemen event yang profesional, menyiaρκαν program pembinaan atlet secara berjenjang dan berkesinambungan dengan melibatkan atlet-atlet berprestasi dan atau atlet yang dipresdiksi mampu meraih juara guna dipersiapkan menuju pon xxii di NTT-NTB.
5. Upayakan pemberian penghargaan dan pening-katan kesejahteraan kepada para atlet dan pelatih yang berprestasi dengan mengusulkan mereka menjadi calon pegawai negeri sipil, atau pegawai peraturan berlaku. Bumn/bumd sesuai perundang ketentuan undangan yang kesemuanya ini menjadi tangung jawab bersama baik KONI provinsi maluku, pengurus organisasi cabang olahraga, koni kabupaten/kota, pemerintah, dan masyarakat pecinta olahraga di maluku. Bahwa sekecil apapun kontribusi kita terhadap proses pembinaan atlet, berdampak terhadap olahraga Maluku.
“Bagi saudara-saudara yang telah dilantik saya ucapkan selamat menerima jabatan ini, selamat bermusyawarah, dan selamat ber-raker prov, dan terus berjuang dan berinovasi dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara serta par maluku pung bae,” harap Gubernur. (NN)








